
PEKANBARU - Skuad PSPS Pekanbaru harus puas berbagi satu angka setelah bermain seri 1-1 melawan tuan rumah Adhyaksa FC pada lanjutan pekan kedelapan Pegadaian Championship. Bertanding di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (31/10/2026), tim tamu membuang peluang emas untuk mengamankan kemenangan menyusul kegagalan eksekusi penalti pada masa tambahan waktu.
Menyikapi hasil tersebut, Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap etos kerja anak asuhnya di lapangan hijau. Menurutnya, motivasi bertanding skuad Askar Bertuah sangat terlihat jelas, meskipun perolehan akhir belum mampu memenuhi target membawa pulang tiga poin untuk menjaga persaingan di papan atas klasemen.
"Syukur alhamdulillah atas hasil pertandingan hari ini, kami bisa membawa pulang satu poin. Di akhir laga kita mendapatkan penalti, tetapi keberuntungan masih belum berpihak," ungkap Akhyar usai pertandingan.
Dalam jalannya laga, tuan rumah memang sempat memimpin lebih dahulu lewat sontekan Tatsuhide Shimizu pada penghujung babak pertama. Namun, ketertinggalan ini tidak menyurutkan perlawanan PSPS. Barisan penyerang tim tamu justru tampil lebih agresif hingga akhirnya Antonio Gamaroni sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-65.
Akhyar menilai kemampuan timnya mendominasi permainan usai tertinggal adalah hasil langsung dari kedisiplinan selama masa persiapan. "Semua pemain menjalankan instruksi dengan baik dan memiliki sikap yang luar biasa saat berlatih. Saya melihat keinginan mereka sangat besar untuk memenangkan laga ini," paparnya.
Semangat pantang menyerah tersebut turut dirasakan langsung oleh barisan pemain. Pemain PSPS Pekanbaru, Ilham Fathoni menyebutkan bahwa timnya mampu bangkit dan mengambil alih kendali permainan, kendati kemenangan yang sudah berada di depan mata terpaksa kandas akibat faktor keberuntungan di titik putih.
"Kami sudah berjuang sampai 90 menit. Memang pada awal pertandingan kami tertinggal, tetapi kami bisa mendominasi permainan setelahnya. Alhamdulillah mendapat satu poin, untuk penalti mungkin kami memang masih butuh keberuntungan," tutur Ilham.
Tambahan satu angka dari lawatan ke Bekasi ini memaksa jajaran pelatih bergerak cepat melakukan pembenahan. Selain menyoroti efektivitas penyelesaian akhir, fokus utama Akhyar kini beralih pada fase pemulihan fisik. PSPS saat ini dihadapkan pada jadwal kompetisi yang menuntut ketahanan stamina ekstra lantaran harus membagi fokus di ajang Pegadaian Championship dan League Cup musim ini.
Manajemen rotasi pemain dinilai menjadi langkah paling logis untuk menyiasati kelelahan skuad. Tim pelatih akan memantau ketat indikator kebugaran setiap individu sebelum meracik formasi untuk pertandingan selanjutnya.
"Kami akan melihat bagaimana kebugaran pemain setelah pulang dari sini, bagaimana pemulihannya, siapa yang akan dimainkan dan siapa yang perlu diberi waktu istirahat. Kalau tingkat kelelahan tinggi, kami tidak akan mengambil risiko. Kami percaya dengan kemampuan seluruh pemain yang ada di dalam skuad musim ini," pungkas Akhyar. ***