
PEKANBARU - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengapresiasi pengukuhan 575 wisudawan Politeknik Caltex Riau (PCR). Capaian akreditasi institusi berpredikat unggul menjadikan kampus vokasi di Pekanbaru ini sebagai pionir di luar Pulau Jawa yang siap mencetak tenaga kerja berdaya saing global.
Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr H Nopriadi, SKM MKes menyebutkan bahwa tujuh dari 15 program studi di kampus tersebut telah meraih akreditasi unggul. Peningkatan kualitas ini turut mendongkrak kepercayaan publik yang terlihat dari jumlah mahasiswa aktif menyentuh 3.475 orang.
Ia menguraikan bahwa kampus vokasi tersebut berkontribusi besar menambah daftar program studi berkualitas di wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Lulusan yang dicetak diproyeksikan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan energi terbarukan.
"Jangan pernah berhenti belajar. Teruslah upgrade skill dan teori ilmu saudara. Gelar yang saudara terima hari ini adalah lisensi awal untuk belajar di laboratorium kehidupan yang lebih luas," pesannya.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Riau, Roni Bowo Leksono mewakili Gubernur Riau, turut bangga atas status bergengsi yang diraih institusi tersebut. Prestasi ini membuktikan kualitas pendidikan vokasi di daerah mampu bersaing secara nasional.
"Tahun ini kita melihat peningkatan yang cukup luar biasa. PCR menjadi politeknik swasta pertama di Indonesia sekaligus satu-satunya politeknik di luar Pulau Jawa yang berhasil meraih akreditasi institusi unggul," bebernya.
Dengan bekal kemitraan bersama 50 industri dan penerapan 60 persen kurikulum praktikum, para alumni didorong berani menciptakan peluang usaha baru. Ia mencontohkan sosok Presiden ke-3 RI, BJ Habibie sebagai teladan dalam melahirkan karya nyata bagi bangsa.
Selain membekali diri dengan kompetensi teknis, integritas moral serta penghormatan kepada orang tua dinilai sebagai fondasi utama kesuksesan di dunia profesional. Karakter ini sangat dibutuhkan untuk menjawab permintaan industri terhadap sumber daya manusia yang jujur dan disiplin. ***