PEKANBARU - Kabar duka menyelimuti masyarakat Riau, khususnya Kabupaten Siak. Mantan Bupati Siak sekaligus tokoh yang dijuluki Bapak Pembangunan Siak, Arwin AS menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Sabtu (31/10/2026) pagi. Kepergian pria berusia 73 tahun ini tidak hanya meninggalkan warisan fisik berupa Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, tetapi juga duka mendalam bagi para penerusnya.

Kabar berpulangnya bupati definitif pertama Siak pascapemekaran tahun 1999 tersebut dengan cepat menyebar melalui pesan berantai. Anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan Siak-Pelalawan, Fairus membenarkan informasi duka tersebut. Ia menyebutkan almarhum meninggal dunia sekitar pukul 07.28 WIB setelah sempat menjalani perawatan medis akibat kondisi kesehatan yang terus menurun.

"Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka yang berada di Jalan Thamrin, samping SMK Labor, kawasan Gobah, Pekanbaru," terangnya.

Semasa hidupnya, tokoh masyarakat Riau yang dikenal menggemari musik-musik legendaris The Beatles ini meletakkan fondasi penting bagi kemajuan Negeri Istana. Ia memimpin Siak selama dua periode, yakni pada 2001-2006 bersama Syamsuar dan berlanjut pada 2006-2011 didampingi OK Fauzi Jamil. Berbagai karya infrastruktur dan kebijakan pada masa pemerintahannya menjadi tonggak awal pembangunan daerah tersebut.

Rasa kehilangan paling besar disuarakan oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli. Melalui akun media sosial pribadinya, Afni mencurahkan kesedihan sekaligus mengenang sosok almarhum yang telah membimbingnya sejak muda. Bagi Afni, Arwin bukan sekadar pendahulu di kursi pemerintahan, melainkan layaknya seorang ayah yang selalu memberikan dukungan penuh saat banyak pihak meragukan kemampuannya maju sebagai kepala daerah.

"Beliau tak setapak pun pernah meninggalkan saya sendirian. Bahkan dalam sakitnya, beliau selalu memberi saya semangat untuk tetap kuat dan jangan menyerah," tulisnya.

Kenangan terakhir Afni bersama almarhum terjadi baru-baru ini saat ia menjenguknya di rumah sakit. Dalam pertemuan yang sempat diabadikan lewat foto dan rekaman video tersebut, Arwin menceritakan kembali liku-liku perjuangannya saat membangun infrastruktur di Siak yang penuh hambatan. Almarhum secara khusus menitipkan pesan agar Afni tidak gentar menuntut hak-hak masyarakat, terutama terkait Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi ke pemerintah pusat di Jakarta.

"Jika sehat, aku pun akan ikut berdiri bersamamu di depan Istana meminta hak-hak Siak itu. Kau Afni anakku, jangan pernah mundur. Jaga Siak, berjuanglah diiringi doa," kenang Afni menirukan wasiat terakhir sang mentor politik sebelum berpulang. ***