
YOGYAKARTA, GORIAU.COM - Siapa pembunuh Eka Mayasari (27), gadis cantik alumnus UGM asal Pulau Kijang, Riau, masih misteri. Sebab, hingga kini polisi belum berhasil menangkap pelaku pembunuhan dan pemerkosaan gadis mualaf tersebut.
Pasca kematiannya, beragam fakta mengenai Eka mulai terkuak. Mulai dari kisahnya menjadi seorang mualaf, hingga pernah mengalami kelumpuhan total yang menyebabkan dirinya tidak bisa beraktivitas.
Eka dikenal sebagai gadis yang mandiri dan pekerja keras. Dia membiayai hidup sendiri tanpa membebankan orangtua. Bahkan, Eka juga disebut turut membiayai kuliah adiknya.
Namun nasib berkata lain, sebelum dia mengantarkan adiknya selesai kuliah Eka meninggal dunia dengan secara tragis.
Eka Pernah Lumpuh
Didik salah satu teman Eka yang kuliah di Universitas Pembangunan Veteran menceritakan, sosok Eka dikenal sebagai wanita yang mudah bergaul dan energik. Menurutnya, Eka juga pernah menjalin kasih dengan temannya.
"Dia (Maya) pacarnya temen saya, sering nongkrong di kampus kami. Pacarnya Maya itu adalah teman sekampus dengan saya," kata Didik yang kini berdomisili di Kota Pekanbaru.
Akan tetapi yang lebih mengharukan, kata Didik, ketika Maya mengalami sakit parah, struktur tulang belakangnya diserang virus yang mengakibatkan dia lumpuh total. Menurut Didik, mukjizat Tuhan membuat Maya sembuh dan dapat beraktivitas seperti semula meskipun kehilangan dua ruas tulang belakangnya.
"Supel, energik dan mandiri sepenggal kisah yang tersisa yang mampu saya ingat dari pribadi alamarhumah Maya," kenang Didik.
Jadi Mualaf
Informasi yang dihimpun dari Dewan Syuro Laskar Hamka Darwis, Faisal, lewat Komunitas Mualaf Jogja, Eka memeluk Islam dengan bersyahadat di hadapan Faisal tahun 2011. Perjalanan spiritual Eka ini tidak lepas dari hobinya membaca buku.
"Berawal dari hobinya membaca buku hingga Eka menemukan buku tauhid Ketuhanan dalam Islam, dan dari situlah Eka Mayasari mulai goyah imannya yang akhirnya meyakini diinul (agama) Islam adalah kebenaran yang nyata, dan Eka Mayasari memutuskan untuk mualaf," kata Faisal dalam akun Facebook Komunitas Mualaf Jogja yang dikutip merdeka.com, Selasa (5/5).
Keteguhan iman dan Islam yang dimiliki Eka ini akhirnya mengetuk hati keluarganya. Dia menjadi inspirasi adik dan ibunya yang kemudian menyusul jadi mualaf.***