
MEDAN, GORIAU.COM - Mustafa Bakri (21) tewas dengan dua lubang di dada dan di lengan, Sabtu (12/10) malam. Anak anggota Polantas itu terkapar bersimbah darah ditikam Reza Falipi (25), yang diketahui adalah abang pacarnya.
Peristiwa bermula dari kedatangan korban ke rumah pacarnya berinisial AA (13) di Jalan Pendidikan, Medan Tembung. Mahasiswa Yayasan Harapan itu datang dengan berjalan kaki karena rumah keduanya tidak begitu jauh.
''Rumah kami tidak jauh,'' kata AA di RS Haji Medan.
Kedatangan Mustafa menyulut emosi keluarga AA. Rupanya, orang tua AA tidak senang dengan kedatangan korban. Pemuda itu langsung diusir.
''Tapi pacarku bukannya pulang. Dia malah datang lagi,'' terang AA.
Melihat Mustafa kembali, Reza datang menjumpainya sambil marah. Keduanya akhirnya terlibat perkelahian. Dalam insiden itu, sedikitnya empat tikaman mengenai tubuh Mustafa. Dua melubangi dadanya serta dua lainnya merobek lengan kanan dan kirinya.
''Aku nggak tahu pisaunya dari mana,'' kata AA.
Melihat Mustafa tergeletak bersimbah darah, warga langsung melarikannya ke RS Haji, Medan Estate Percut Sei Tuan. Sementara itu, pelaku dikabarkan melarikan diri.
Tak lama setelah kejadian itu, petugas Jahtanras Polresta Medan dan Polsek Percut Sei Tuan langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.***