JAKARTA, GORIAU.COM - Calon presiden dari PDIP Joko Widodo alias Jokowi begerak cepat menemui ketua umum sejumlah partai politik hari ini. DJokowi melakukan itu karena ingin secepatnya mendapatkan kepastian.

"Ini memang kita ini ingin cepat biar ada sebuah kepastian. Kamu ya? Ya. Kamu tidak? Tidak. Kayak gitu loh. Kerja memang harus cepat seperti ini," kata Jokowi di rumah makan sate kambing di Mangga Besar, Jakarta, Sabtu (12/4/2014).

Jokowi memang satu-satunya Capres yang bergerak melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan partai poltik.

"Iya. Tadi disampaikan ini adalah ingin bangun pemerintahan yang kuat, negara yang kuat. Itu ada kalau ada kerjasama yang baik," terang dia.

Jokowi sudah menemui Ketum NasDem Surya Paloh. Dari NasDem, Jokowi mendapat kepastian jaminan koalisi. Kemudian dia bergerak menemui Ketum Golkar Aburizal Bakrie, dari Golkar ajakan koalisi Jokowi untuk Pilpres tak bersambut.

Usai bertemu calon presiden dari Partai Golkar yang juga Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie alias Ical di Kantor DPP Golkar, Sabtu, Jokowi menjelaskan, PDIP dan Golkar sepakat untuk bertarung dalam pemilu presiden Juli mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Aburizal menyampaikan, kedua partai sepakat untuk bekerjasama di parlemen dalam upaya membangun Indonesia yang lebih baik. 

Menurut Aburizal, berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga, tidak ada partai politik yang memperoleh suara hingga 20 persen, sebagai salah satu syarat pengajuan calon presiden. Konsekuensinya, partai pengusung calon presiden harus berkoalisi dengan partai-partai lain.

Siapapun presiden yang terpilih, kata dia, Golkar akan mendukung kebijakan strategis dalam pembangunan Indonesia.  

"Siapapun presidennya, kita tetap bersahabat. Itu yang kami kembangkan di dalam pembahasan tadi antara PDI-P dan Golkar," kata Ical.

Pertemuan PDIP dan Golkar berlangsung sekitar 60 menit. Hadir dalam pertemuan itu antara lain Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Sekjen PDI-P Tjahjo Kumolo, Ketua Bappilu Golkar Cicip Sutardjo, dan sejumlah politisi Partai Golkar lainnya.***