
SELATPANJANG – Udang hasil tangkapan nelayan Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, kini mulai dilirik sebagai bahan baku usaha makanan olahan. Komoditas laut tersebut berpotensi memberikan keuntungan lebih besar jika dikembangkan menjadi amplang udang.
Peluang ekonomi ini mulai digarap melalui pelatihan pengembangan potensi unggulan desa yang berlangsung di Kantor Desa Tanjung Bunga, Rabu (14/10/2026).
Bukan sekadar mengajarkan cara membuat makanan ringan, pelatihan tersebut diarahkan untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, terutama kaum ibu, sekaligus meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Kepulauan Meranti, Eko Priyono, S.E., M.Si., mengatakan, potensi perikanan desa harus mampu memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, pengolahan udang menjadi amplang merupakan langkah awal untuk menciptakan produk lokal yang memiliki nilai tambah dan berpeluang dikembangkan menjadi usaha rumahan.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi desa menjadi produk yang memiliki nilai jual. Harapannya, amplang udang tidak hanya menjadi hasil pelatihan, tetapi bisa dikembangkan sebagai usaha yang mampu menambah penghasilan keluarga," ujar Eko.
Dia menegaskan, peningkatan kemampuan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan hasil laut dalam bentuk mentah.
Apalagi, produk olahan seperti amplang memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas apabila kualitas, rasa, dan kontinuitas produksinya mampu dijaga.
"Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah desa dan kecamatan dalam mendorong kegiatan produktif seperti ini. Mudah-mudahan pelatihan tersebut menjadi awal berkembangnya usaha masyarakat dan bisa diterapkan di desa-desa lainnya di Kepulauan Meranti," tambahnya.
Sementara itu, Camat Pulau Merbau, Hermansyah, S.H., menilai Desa Tanjung Bunga memiliki modal besar untuk mengembangkan usaha berbasis hasil laut.
Pasalnya, sebagian masyarakat setempat menggantungkan penghidupan sebagai nelayan. Udang menjadi salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai jual cukup menjanjikan.
Namun, menurut Hermansyah, potensi tersebut perlu dikembangkan agar masyarakat tidak hanya memperoleh pendapatan dari hasil tangkapan, tetapi juga dari produk olahannya.
"Ini inovasi yang sangat tepat karena sesuai dengan potensi Desa Tanjung Bunga. Masyarakat kita banyak yang bekerja sebagai nelayan, sementara udang merupakan hasil laut bernilai ekonomi tinggi. Kalau diolah menjadi amplang, tentu ada nilai tambah yang bisa dinikmati masyarakat," kata Hermansyah.
Dia berharap pelatihan tersebut mampu memunculkan kelompok usaha baru, khususnya yang dikelola kaum ibu, sehingga sektor perikanan tidak hanya menggerakkan ekonomi nelayan, tetapi juga membuka kesempatan usaha bagi keluarga mereka.
"Jangan sampai potensi yang kita miliki hanya berhenti sebagai bahan mentah. Kami berharap amplang udang ini bisa terus dikembangkan hingga menjadi produk unggulan Desa Tanjung Bunga yang dikenal masyarakat luas," tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan dan praktik pembuatan amplang udang dari Siska Koralina, S.P., narasumber asal Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir.
Pelatihan turut dihadiri Kepala Desa Tanjung Bunga Hasan, Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta sejumlah ibu rumah tangga setempat.
Pengembangan amplang udang ini diharapkan menjadi pintu masuk tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal.
Jika mampu diproduksi secara berkelanjutan dan dipasarkan dengan baik, amplang udang berpeluang menjadi produk khas Tanjung Bunga sekaligus sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat pesisir Pulau Merbau. ***