BAGANBATU - Suasana hening menjelang subuh di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Baganbatu Kota, Kecamatan Bagan Sinembah mendadak berubah kepanikan. Kepulan asap tebal dan kobaran api tiba-tiba muncul melahap sebuah ruko yang difungsikan sebagai Toko Obat Sehati pada Jumat (11/9/2026) dini hari. Insiden ini sontak mengundang respons cepat dari warga dan regu penyelamat setempat untuk mencegah rembetan api ke area pasar padat penduduk.

Pemilik bangunan, Marmono alias Acing (57), harus merelakan tempat usahanya hangus dilahap si jago merah. Peristiwa nahas tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 03.40 WIB, yang langsung meneruskan laporan darurat ke posko Damkar Bagan Batu.

Merespons situasi di lapangan, sebanyak 15 personel pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian bersama satu unit armada tempur utama. Setibanya di tempat kejadian perkara, tim langsung memetakan area dan melakukan penyekatan agar jilatan api tidak merambat ke bangunan tetangga.

Perjuangan Dua Jam di Tengah Gulita

Operasi pemadaman berlangsung sengit. Petugas dari Damkar yang dibantu oleh aparat Polsek Bagan Sinembah, personel Koramil, dan masyarakat setempat harus bertungkus lumus menjinakkan api selama hampir dua jam. Ruangan yang gelap dan ketebalan asap di dalam ruko menjadi tantangan tersendiri bagi personel penyelamat.

"Dengan kegigihan tinggi dan koordinasi taktis di lapangan, petugas berhasil melokalisir pergerakan api agar tidak meluas ke area ruko dan pasar yang dihuni warga," jelas Petugas Damkar Rohil, Gunawan Wibisono.

Dirinya menerangkan bahwa setelah titik api utama berhasil dipadamkan sepenuhnya, tim segera melanjutkan prosedur pendinginan. Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada sisa bara yang bersembunyi dan berpotensi memicu kebakaran susulan.

"Operasi dinyatakan selesai, aman dan terkendali," tandasnya.

Kendala Peralatan dan Investigasi Kepolisian

Meski operasi pemadaman berjalan sukses tanpa memakan korban jiwa, pihak Damkar Bagan Sinembah mencatat adanya kendala teknis krusial di lapangan. Ketiadaan senter kepala membuat personel kesulitan melakukan penetrasi lebih dalam ke area ruko yang gelap dan dipenuhi karbon monoksida.

Selain itu, minimnya lampu sorot portabel turut membatasi jarak pandang petugas dalam memetakan titik api secara maksimal pada malam hari. Kondisi ini membuat pergerakan personel menjadi lebih lambat demi menjaga standar keselamatan.

Hingga saat ini, pemicu pasti munculnya api masih dalam tahap penyelidikan oleh jajaran Polsek Bagan Sinembah. Walau dapat dipastikan tidak ada korban jiwa, kerugian materiil akibat musibah ini diperkirakan mencapai angka ratusan juta rupiah. ***