
PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Riau menunjukkan grafik yang melegakan menjelang akhir pekan. Jumlah indikasi titik api mengalami penurunan drastis, memberikan ruang bernapas bagi warga yang sebelumnya was-was akan bahaya kabut asap.
Berdasarkan rekam jejak satelit yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru hingga Jumat (11/9/2026) malam pukul 23.00 WIB, jumlah titik panas tersisa 123 titik. Angka ini merosot tajam jika disandingkan dengan kondisi sehari sebelumnya yang sempat membengkak.
"Jumlah tersebut turun 194 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 317 hotspot," terang Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi S.
Meski secara umum menyusut, Kabupaten Indragiri Hulu masih menjadi fokus pengawasan utama lantaran menyumbang angka titik panas tertinggi di Riau. Berikut rincian lokasi sebaran hotspot tersebut:
Bergeser ke skala regional, wilayah udara Pulau Sumatera rupanya masih dipenuhi ancaman kepungan asap. Total 1.490 titik panas terdeteksi menyala secara bersamaan dan tersebar di delapan provinsi berbeda.
Provinsi Sumatera Selatan tercatat memegang rekor terbanyak dengan kemunculan nyaris sembilan ratus indikasi api, disusul Bangka Belitung dan Lampung.
Berikut peta sebaran hotspot di wilayah Sumatera selain Riau:
BMKG akan terus memperbarui data tangkapan satelit ini guna membantu para petugas di lapangan memetakan operasi pembasahan lahan. ***