
PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau menunjukkan tren penurunan pada akhir pekan. Jumlah titik panas atau hotspot di wilayah ini tercatat tersisa 44 titik pada Sabtu (12/9/2026), berkurang dari hari sebelumnya yang sempat menyentuh angka 123 titik.
Penurunan jumlah hotspot ini terpantau dari pencitraan satelit BMKG yang terus memindai pergerakan suhu permukaan di seluruh wilayah Sumatera. Meskipun angka menurun, patroli darat dan kewaspadaan terhadap potensi karhutla tetap diutamakan.
"Riau terdeteksi 44 titik panas, dengan sebaran Kabupaten Bengkalis satu titik, Indragiri Hilir 12 titik dan Indragiri Hulu 31 titik," papar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun R.
Meski secara umum mereda, Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir masih menjadi daerah penyumbang hotspot terbanyak di Riau. Berikut rincian sebaran data terbaru:
Otoritas terkait berharap kondisi hujan ringan hingga sedang yang diprakirakan turun di sebagian wilayah Riau pada hari ini dapat membantu membasahi lahan gambut. Peningkatan kelembapan tanah sangat dibutuhkan untuk memutus penyebaran api bawah tanah di wilayah-wilayah rentan kebakaran.
Di tingkat regional, kondisi daratan Sumatera masih menghadapi tantangan cuaca panas. Secara keseluruhan, total hotspot yang terdeteksi di pulau ini mencapai angka 1.186 titik.
Provinsi Sumatera Selatan masih menjadi daerah dengan beban titik panas tertinggi, mengindikasikan tingginya potensi karhutla di kawasan tersebut. Rincian sebaran hotspot di luar Riau tercatat sebagai berikut:
Dengan tingginya angka sebaran hotspot di provinsi tetangga, pemantauan kualitas udara terus dilakukan guna mengantisipasi sebaran kabut asap yang dapat bergerak mengikuti arah angin. ***