
SIAK - Rasa lelah tak tampak dari raut wajah Bupati Siak, Afni Zulkifli. Baru saja mendarat usai menuntaskan pendidikan KPPD Lemhannas di Jakarta, Sabtu (12/9/2026), ia langsung bergegas menuju perbatasan Kampung Sukamulya, Kecamatan Dayun. Tepat pukul 16.30 WIB, bersama sang suami Triono Dul Hakim, Afni menyusuri area bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk menyalami satu per satu personel satuan tugas darat yang tampak kelelahan usai berjibaku memadamkan api.
Kehadirannya di lokasi bencana langsung disambut oleh Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar beserta jajaran, Kepala BPBD Siak, Novendra, hingga Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Siak, Ikhsan. Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi suntikan semangat bagi pasukan gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Satpol PP, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga tim pemadam swasta yang telah bersiaga di lapangan.
"Alhamdulillah per hari ini Siak sudah zero firespot. Terima kasih semuanya, mari kita jaga bersama agar Siak terbebas dari titik api. Saat ini tinggal tahap pendinginan untuk memastikan semuanya benar-benar aman," tuturnya.
Selama dua pekan mengikuti pendidikan di ibu kota, Afni merupakan satu-satunya kepala daerah asal Riau dalam angkatan tersebut. Meski terikat jadwal yang padat, ia mengaku terus memantau perkembangan penanganan bencana kabut asap di wilayahnya demi memastikan komando pengendalian tetap berjalan secara maksimal.
Kebakaran yang melanda kawasan perbatasan Kampung Sukamulya ini bukan perkara mudah. Menghanguskan area seluas 40 hektare, struktur tanah gambut dan semak belukar rawa membuat api cepat merambat sekaligus sangat sulit dijinakkan. Satgas setidaknya membutuhkan waktu sembilan hari dan pengerahan hingga 1.330 personel gabungan untuk benar-benar menaklukkan amukan si jago merah.
"Saya bersyukur Siak memiliki unsur Forkopimda yang kompak. Bapak Kapolres dan Dandim bahkan turun memimpin langsung di lapangan, begitu pula dengan Bapak Wakil Bupati," imbuhnya.
Selain kerja keras tim kabupaten, Afni juga memberikan apresiasi khusus kepada Satgas Provinsi Riau, kepolisian daerah, serta Pemprov yang telah menerjunkan bantuan personel dan helikopter pengebom air. Mayoritas titik api yang menyasar kawasan penyangga hijau seperti Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Taman Nasional Zamrud, dan areal Perhutanan Sosial kini telah berhasil dipadamkan berkat kerja gotong royong lintas instansi tersebut.
Usai meninjau posko satgas, langkah kaki rombongan bupati berlanjut ke sebuah area pembukaan lahan yang dicurigai kuat sebagai pemicu awal kebakaran. Di lokasi hamparan gambut yang hangus tersebut, pita kuning garis polisi serta papan peringatan hukum dari Polres Siak telah terpasang membentang.
Menyikapi maraknya perambahan ilegal yang berujung pada bencana kabut asap, Pemerintah Kabupaten Siak berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh. Melalui surat edaran resmi, bupati secara tegas melarang seluruh camat, lurah, dan penghulu desa untuk menerbitkan surat keterangan tanah dalam bentuk apa pun di atas kawasan hutan maupun lahan milik negara.
"Lahan ini sejatinya adalah hutan rawa gambut yang berfungsi sebagai daerah penangkap air, namun dipaksa kering untuk dijadikan ladang sawit. Kami mendukung penuh penegakan hukum oleh Polres Siak, tidak boleh ada klaim sepihak di atas tanah negara," tegasnya. ***