AICHI - Bagi Desak Made Rita Kusuma Dewi, tidak ada yang benar-benar berbeda dari persiapannya menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Seperti edisi sebelumnya, atlet panjat tebing Indonesia itu kembali datang dengan satu prinsip yang sama: berusaha memberikan yang terbaik di setiap sesi latihan dan membawa performa terbaik tersebut ke arena pertandingan.

“Kalau dibilang perasaannya sangat sama seperti Asian Games sebelumnya. Makanannya, penonton, terus support. Dari diri sendiri juga, selalu mengusahakan dan di setiap sesi latihan selalu mengusahakan yang terbaik, latihan dengan baik, dan berharap juga Asian Games ini hasilnya juga baik,” kata Desak.

Desak mengakui, satu hal yang cukup terasa berbeda di Aichi-Nagoya adalah suhu udara yang dingin. Bagi atlet panjat tebing, kondisi tersebut membuat persiapan sebelum memanjat menjadi lebih penting karena tubuh, khususnya tangan, harus berada dalam kondisi optimal.

Menurut Desak, suhu dingin cukup berpengaruh ketika melakukan pemanasan. Ia perlu memastikan tubuh tetap hangat agar tidak mengganggu gerakan saat berada di dinding panjat.

“Kalau untuk pemanasan sih lumayan ngaruh. Pertama forehand, muternya cepat, dan mengkondisikan suhu badan biar nggak dingin. Tangan kalau dingin kan agak kaku,” jelasnya.

Namun, kondisi tersebut tidak mengubah fokus Desak menghadapi persaingan di Asian Games kali ini. Motivasi utamanya tetap sederhana, menjadi yang terbaik untuk dirinya sendiri dan untuk Indonesia.

“Motivasinya kalau dari pribadi pasti ingin selalu menjadi yang terbaik untuk diri sendiri dan untuk Indonesia juga,” ungkap Desak.

Menariknya, ketika ditanya mengenai target yang ingin dicapai, Desak tidak secara khusus menempatkan rekor sebagai tujuan utama. Ia lebih memilih berbicara tentang performa terbaik, tampil sebaik mungkin ketika kesempatan bertanding tiba.

“Bukan rekor, tapi bagaimana saya bisa all out memberikan performa terbaik saya. Dan mulus sampai big final," tegasnya.

Kini, Desak berharap dukungan dan doa dari orang-orang terdekat serta masyarakat Indonesia dapat menjadi energi tambahan dalam perjuangannya di Aichi-Nagoya. Ia secara khusus menitipkan doa kepada orang tua, keluarga, dan seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk rekan-rekan atlet Tim Indonesia yang akan bertanding.

“Tolong doa yang sangat-sangat banyak untuk Desak dan teman-teman yang akan mengikuti kualifikasi besok, dan final juga Desak besok. Semoga di setiap sesi pemanjatan mulus, lancar, sampai big final,” pinta Desak. ***