
PEKANBARU - Ratusan tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat menghadiri acara syukuran pelepasatugas Komjen Pol Herry Heryawan sebagai Kabaharkam Polri. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru, Sabtu (10/10/2026).
Acara tersebut menjadi penanda berakhirnya masa tugas Herry Heryawan sebagai Kapolda Riau. Kedatangan jenderal bintang tiga beserta sang istri langsung disambut tabuhan kompang, barisan penjawat, hingga atraksi pencak silat khas Melayu di gerbang Balai Adat.
Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau, perwakilan institusi TNI-Polri, tokoh adat, hingga unsur pemerintahan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang kental dengan nuansa budaya, termasuk pembacaan syair dan prosesi tepuk tepung tawar.
Salah satu pencapaian yang mendapat sorotan selama masa jabatan Herry Heryawan adalah penerapan program kepolisian hijau atau Green Policing. Program ini dinilai selaras dengan falsafah hidup masyarakat Melayu yang sangat bergantung pada kelestarian alam sekitarnya.
Konsep penjagaan keamanan yang tidak hanya berfokus pada ketertiban manusia, tetapi juga kelestarian lingkungan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat adat. Riau yang identik dengan kawasan gambut dan hutan luas dinilai sangat membutuhkan pendekatan aparat penegak hukum yang peduli ekologi.
Di pengujung acara, para tokoh adat secara bergiliran memberikan petuah amanah serta memercikkan air mawar dalam prosesi tepuk tepung tawar. Ritual ini melambangkan pemberian doa keselamatan bagi seseorang yang akan mengemban amanah baru di tempat lain.
Dalam kesempatan tersebut, Herry Heryawan menitipkan pesan khusus bagi seluruh elemen masyarakat yang hadir. Ia meminta agar kepedulian terhadap lingkungan dan kearifan lokal tidak pernah memudar.
"Rawat adat, lindungi alam, jaga masyarakat," pesannya. (wpa)