
PEKANBARU - Kemacetan panjang yang kerap menyiksa pengendara di Jalan Kaharuddin Nasution, tepatnya di kawasan depan Kantor Camat Bukit Raya, bakal segera dicarikan solusi. Pemerintah Kota Pekanbaru bersiap melebarkan ruas jalan tersebut, yang berkonsekuensi pada pemangkasan sebagian lahan dan pergeseran pagar depan kantor kecamatan.
Kondisi lalu lintas di kawasan ini selalu padat setiap jam sibuk. Situasi semakin parah akibat keberadaan persimpangan Jalan Unggas yang posisinya berdekatan dengan area putar balik (U-Turn). Saat ini, jalan tersebut hanya mengandalkan empat lajur yang membagi arus dua arah, sehingga manuver kendaraan sering kali memicu penumpukan panjang.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengonfirmasi rencana pemotongan lahan aset pemerintah daerah tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah kota untuk memastikan arus pergerakan masyarakat kembali lancar tanpa hambatan berarti.
"Lahan di depan kantor camat bakal dipotong untuk pelebaran jalan. Kami menyadari banyak warga yang mengeluhkan jalan ini macet, semoga dengan pelebaran jalan, jalan itu tidak macet lagi," ungkap Agung, Senin (24/8/2026).
Penataan Infrastruktur Wilayah
Penyesuaian tata letak bangunan pemerintah ini sejalan dengan upaya daerah dalam mengoptimalkan ruang publik dan pelayanan. Merujuk dokumen APBD Kota Pekanbaru 2026, tercatat dialokasikan anggaran pembinaan kewilayahan untuk 15 Kecamatan se-Kota Pekanbaru sebesar Rp191 miliar. Ruang gerak finansial ini diharapkan mampu mendukung setiap penyesuaian sarana operasional di tingkat wilayah, termasuk relokasi pagar dan penataan ulang wajah Kantor Camat Bukit Raya pasca-pelebaran.
Camat Bukit Raya, Defna Leony membenarkan bahwa halaman depan kantornya akan mengalami pergeseran mundur. Pihaknya kini intensif berkoordinasi dengan para pemilik bangunan di sebelah kantor camat agar penyelarasan batas tanah berjalan efektif.
"Bagian depan camat ini akan dimundurkan karena ada pelebaran Jalan Kaharuddin Nasution. Tujuannya agar belokan dari simpang Jalan Unggas tidak patah, sehingga keluar masuk kendaraan tidak harus menunggu dan memicu antrean di jalur utama," paparnya. ***