JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I hari Selasa (15/9/2026) di zona merah. Posisi indeks turun 0,76 persen atau 49,770 poin, menetap di level 6.484,923.

Laju pasar saham bergerak fluktuatif sejak bel pembukaan. Mengawali pagi di angka 6.534, pergerakan indeks sempat menyentuh titik tertinggi di level 6.549 sebelum akhirnya terseret ke titik terendah 6.461 menjelang jeda siang.

Dominasi Sektor Keuangan Jadi Penekan

Pelemahan indeks tidak lepas dari tekanan berat di sektor keuangan (IDXFINANCE). Sektor ini mencatatkan penurunan terdalam mencapai 1,19 persen. Beberapa sektor lain juga mengikuti jejak serupa, seperti perindustrian (IDXINDUST) yang turun 0,97 persen, energi (IDXENERGY) merosot 0,64 persen, dan barang baku (IDXBASIC) susut 0,46 persen.

Penurunan berlanjut pada sektor kesehatan (IDXHEALTH) sebesar 0,41 persen, disusul barang konsumen primer (IDXNONCYC) 0,26 persen. Sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) turun 0,22 persen, transportasi dan logistik (IDXTRANS) melemah 0,16 persen, serta teknologi (IDXTECHNO) yang tergerus tipis 0,03 persen. Indeks LQ45 juga tidak luput dari koreksi, turun 0,91 persen ke posisi 653,067.

Ratusan Saham Menguat di Tengah Tren Penurunan

Meskipun IHSG secara keseluruhan tertekan, catatan bursa menunjukkan masih ada 324 saham yang bergerak positif. Angka ini lebih tinggi dibandingkan 300 saham yang mengalami pelemahan, sementara sisanya tidak menunjukkan perubahan harga atau stagnan.

Penguatan indeks ditopang oleh sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) yang memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,00 persen. Sektor infrastruktur (IDXINFRA) turut membantu dengan penguatan tipis 0,03 persen. Dari sisi transaksi harian, perputaran dana terbesar melibatkan saham BUMI, BBRI, serta BMRI. ***