
JAKARTA - Suasana riuh mewarnai kompleks Istana Kepresidenan saat Komjen Pol Suyudi Ario Seto melangkah masuk melewati gerbang utama, Kamis (1/10/2026). Mengenakan seragam kebesaran kepolisian dengan pengawalan ketat sejumlah perwira, kedatangannya menandai babak baru penegakan hukum yang ditunggu publik di Tanah Air.
Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini dijadwalkan mengucapkan sumpah jabatan sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) tepat pukul 14.00 WIB. Ia menerima mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menempati posisi yang sebelumnya dijabat oleh Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Kepastian pergantian pucuk pimpinan ini dibenarkan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Lewat pesan singkat kepada awak media, ia mengonfirmasi kesiapan jadwal pelantikan yang dilangsungkan siang hari.
Langkah jenderal bintang tiga ini menuju kursi Tribrata Satu berjalan mulus pasca mendapat lampu hijau dari senayan. Komisi III DPR RI menyetujui penunjukannya secara aklamasi setelah serangkaian uji kelayakan dan kepatutan selesai dilaksanakan.
Pergantian tongkat komando ini membawa harapan besar bagi perbaikan layanan publik. Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menilai penunjukan Suyudi harus dimaknai lebih dari sekadar perputaran roda birokrasi biasa.
"Ini bisa menjadi sinyal bahwa Presiden ingin memasuki fase reformasi Polri," tegasnya.
Masyarakat kini menanti wujud nyata dari perbaikan institusi kepolisian, terutama terkait masalah klasik yang bersentuhan langsung dengan warga. Pemberantasan praktik pungutan liar, penertiban perlindungan ilegal, serta menjaga netralitas dari pusaran kepentingan politik menjadi pekerjaan rumah yang menuntut penyelesaian segera.
Bambang menekankan transformasi tidak boleh berhenti pada tataran jargon atau aturan di atas kertas. Praktik penegakan hukum yang adil, sistem karier yang mengedepankan kemampuan, serta mekanisme pengawasan berlapis menjadi indikator utama keberhasilan kepemimpinan di masa mendatang.
Di sisi lain, persiapan teknis menyambut suksesi kepemimpinan di Istana Negara telah dipastikan selesai. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan seluruh kelengkapan administrasi calon kapolri baru telah dipersiapkan dengan matang sebelum prosesi pengucapan sumpah dimulai.
Suyudi sendiri memiliki rekam jejak panjang di medan reserse serta pengalaman memimpin wilayah sebagai Kapolda, yang menjadi modal utamanya merapikan barisan internal. Sadar akan beratnya tantangan ke depan, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai elemen masyarakat.
"Dalam kesempatan yang baik ini, kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada seluruh insan Bhayangkara dimana pun berada," ungkapnya sesaat setelah memenangkan persetujuan paripurna di Gedung DPR RI.
Sementara itu, setibanya di Istana Kepresidenan, sosok yang sebentar lagi menyandang bintang empat tersebut memilih merespons rentetan pertanyaan pewarta dengan senyuman. Ia terus melangkah tenang menyusuri lorong pengawalan menuju ruangan tempat dirinya mengikat janji jabatan. ***