PEKANBARU – Kondisi infrastruktur yang kian memburuk di sepanjang ruas jalan provinsi penghubung Ujung Batu hingga batas wilayah Sumatera Barat memicu kekhawatiran masyarakat. Jalur yang setiap harinya menjadi urat nadi mobilitas warga Kabupaten Rokan Hulu tersebut kini dipenuhi sejumlah titik kerusakan yang berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan.

Merespons situasi tersebut, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Riau, Adam Syafaat meminta pemerintah daerah tidak tutup mata. Ia menilai, pembiaran terhadap infrastruktur vital ini sama saja dengan mempertaruhkan nyawa publik di jalan raya.

"Jangan sampai menunggu terjadi korban baru jalan diperbaiki. Titik-titik yang membahayakan pengguna jalan harus menjadi perhatian dan segera ditangani," tegas Adam, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, kelancaran arus transportasi darat di kawasan tersebut bukan sekadar urusan penambalan aspal, melainkan sangat berkaitan erat dengan perputaran ekonomi warga. Ruas jalan ini merupakan akses utama yang mendongkrak aktivitas perniagaan dan distribusi hasil bumi antara Rokan Hulu menuju wilayah Sumatera Barat.

Melihat urgensi di lapangan, Adam mendesak instansi terkait di lingkungan Pemprov Riau untuk segera turun tangan memetakan dan mengeksekusi perbaikan. Ia menegaskan persoalan jalan rusak ini tidak boleh berhenti hanya pada tumpukan kertas laporan warga.

Sebagai bentuk pengawasan, wakil rakyat tersebut memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait guna mendorong realisasi perbaikan yang terukur, terutama memprioritaskan kawasan yang masuk kategori paling rawan kecelakaan.

"Jalan ini merupakan jalur penting bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi. Kita dorong agar ada langkah nyata di lapangan, yang paling penting jangan sampai kerusakan ini dibiarkan sampai semakin parah," pungkasnya. ***