
PEKANBARU - Meskipun sebagian besar wilayah daratan mulai diguyur hujan, ancaman kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) rupanya belum sepenuhnya hilang. Berdasarkan rekaman satelit terbaru, ribuan titik panas masih mengepung wilayah Pulau Sumatera dan berpotensi membawa dampak buruk bagi kesehatan pernapasan warga di Provinsi Riau pada Kamis (15/10/2026).
Keberadaan titik api yang masif di wilayah tetangga membuat arah angin dapat kapan saja membawa material asap pekat masuk melintasi perbatasan provinsi.
Forecaster on Duty BMKG, Putri Santy S. mengungkapkan bahwa pantauan satelit cuaca yang ditarik hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan angka kemunculan titik panas yang cukup tinggi di seantero Sumatera.
"Secara keseluruhan, jumlah hotspot di Pulau Sumatera menyentuh angka 3.252 titik, dengan konsentrasi terbanyak berada di wilayah selatan," terangnya.
Gempuran cuaca panas ekstrem yang melanda sebagian wilayah memicu kerentanan lahan gambut dan semak belukar. Kondisi ini membuat sebaran titik api meluas di berbagai provinsi, dengan Sumatera Selatan menjadi wilayah penyumbang asap terbesar.
Berikut adalah rincian data kemunculan titik panas harian di Pulau Sumatera:
Sementara itu, khusus untuk Provinsi Riau, satelit mendeteksi adanya empat titik panas yang muncul. Titik-titik tersebut tersebar di wilayah pesisir, yakni dua titik terdeteksi menyala di Kabupaten Siak, satu titik di Kabupaten Bengkalis, dan satu titik lainnya muncul di Kota Dumai.
Walaupun Riau mendapat jatah hujan di beberapa kabupaten, keberadaan ribuan titik panas di provinsi tetangga memicu peringatan khusus dari otoritas cuaca.
Kondisi udara di sebagian wilayah diprediksi akan menjadi kabur akibat partikel debu dan asap sisa pembakaran yang terbawa angin. Hal ini rentan memicu gangguan pernapasan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma.
"Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan di luar rumah apabila kabut asap semakin pekat, langkah ini penting untuk menjaga saluran pernapasan," imbaunya. ***