
BENGKALIS - Sebanyak 29 kilogram sabu dan lebih dari 122 ribu butir pil ekstasi gagal diedarkan ke wilayah Pekanbaru. Langkah sindikat narkoba antardaerah ini terhenti setelah tim gabungan Polsek Bantan dan Satresnarkoba Polres Bengkalis menyergap empat terduga kurir di dua lokasi strategis, Rabu (12/8/2026).
Modus Operandi Terputus
Pengungkapan bermula dari laporan masyarakat mengenai pergerakan mencurigakan sebuah mobil Toyota Yaris putih di wilayah Bantan. Untuk mengelabui petugas, keempat pelaku berinisial M, HI, UA, dan TP membagi tugas dan bergerak secara berjenjang.
"Mereka pakai mobil dan sepeda motor. Jadi sebelumnya dua orang pelaku masuk dulu ke Pulau Bengkalis untuk memantau situasi. Setelah dipastikan aman, barulah dua orang lagi masuk membawa barang," urai Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, Kamis (13/8/2026).
Tim kepolisian pun langsung bergerak dan berhasil menangkap M dan HI di Jalan Soekarno Hatta, Desa Selat Baru. Tidak lama berselang, sekitar pukul 10.30 WIB, petugas menciduk UA dan TP yang tengah berada di area antrean sepeda motor Pelabuhan Roro Air Putih.
Ragam Ekstasi dan Modus Pod Getar
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti dalam jumlah fantastis. Selain 29 bungkus besar sabu dengan berat bersih 28,97 kilogram, disita pula 122.629 butir pil ekstasi dan 394 cartridge Etomidate atau yang kerap disebut pod getar dengan volume 985 mililiter.
Pil ekstasi yang diamankan memiliki berbagai bentuk dan merek dagang, di antaranya:
Kepada petugas, para pelaku mengaku barang haram tersebut diperoleh dari seorang bandar. Mereka tergiur melakoni pekerjaan ilegal ini karena dijanjikan bayaran yang menggiurkan.
"Untuk kurir diupah Rp25 juta dibagi dua orang. Sedangkan pengendali mendapat bagian Rp60 juta," bebernya.
Pengembangan Jaringan
Kasus penyelundupan narkoba yang diduga bukan kali pertama dilakukan oleh jaringan ini masih terus dikembangkan. Saat ini, keempat pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Bengkalis.
Kasat Narkoba Polres Bengkalis, AKP Tidar Laksono memastikan pihaknya tidak akan berhenti pada penangkapan kurir saja, melainkan akan memburu dalang di balik peredaran gelap ini.
"Kami mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian terkait aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba," tegasnya. ***