BAGANSIAPIAPI - Hamparan sajadah menutupi sepanjang ruas Jalan Madrasah, Bagan Timur, Bagansiapiapi, ketika belasan ribu jemaah duduk khusyuk pada Selasa (22/9/2026) malam. Kepadatan warga yang datang dari berbagai pelosok Kabupaten Rokan Hilir ini terpusat di halaman rumah suluk Tariqat Naqsyabandiyah demi menghadiri malam puncak Haul ke-80 Tuan Guru Syekh Oesman Syahabuddin Al Khalidi Naqsyabandi.

Daya tarik utama malam itu adalah kehadiran Ustaz Abdul Somad yang mengupas sejarah panjang dan pentingnya menjaga garis keilmuan agama. Dalam ceramahnya, ulama yang akrab disapa UAS tersebut mengingatkan ribuan pasang mata tentang akar Tariqat Naqsyabandiyah yang bersambung langsung hingga ke Jabal Qubais di Makkah.

"Pelajaran pertama dari majelis ini adalah mestilah berguru. Di Haul Syekh Oesman Syahabuddin ini ada pelajaran berharga, bahwa menuntut ilmu itu harus bersanad dan ada gurunya sehingga turun-temurun melalui zuriat," terang UAS di hadapan lautan jemaah.

Lebih jauh, ia merincikan silsilah keilmuan tersebut mengalir melalui Tuan Guru ke-34, Syekh Abdul Wahab Rokan, hingga kini dipegang oleh Tuan Guru ke-38, Syekh Idris. UAS mengibaratkan ilmu yang diajarkan dalam tariqat ibarat ukiran pada batu yang tidak akan lekang oleh waktu, berbeda dengan sekadar tulisan di atas kertas.

"Berguru itu hendaklah kepada ahlussunnah, itulah benteng besar kita. Jadikan momen haul ke-80 ini untuk mempertebal keimanan dan ilmu pengetahuan," pesannya.

Sebelum gema tausyiah dimulai, riwayat hidup Syekh Oesman Syahabuddin dibacakan oleh Ustaz Muhammad Ilham. Tokoh besar ini tercatat memiliki rekam jejak panjang sebagai penyiar Islam, pejuang, sekaligus mantan hakim syariat pada masa Kesultanan Siak Sri Indrapura di wilayah Bagansiapiapi. Almarhum diketahui merintis rumah suluk pertama di daerah tersebut pada tahun 1920 dan mendirikan madrasah empat tahun berselang.

Geliat keagamaan masyarakat ini mendapat perhatian langsung dari jajaran pemerintah daerah. Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, yang hadir mewakili Penjabat Gubernur Riau, menilai forum peringatan ini lebih dari sekadar agenda seremonial.

"Pemerintah Provinsi Riau memandang kegiatan ini sebagai pengingat akan perjuangan keagamaan para ulama terdahulu. Ini momentum penting untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan iman dan ketakwaan kita bersama," tutur Zulkifli.

Senada dengan hal itu, Bupati Rokan Hilir, Bistaman, mengajak seluruh komponen masyarakat dan ulama untuk saling merapatkan barisan. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara umara dan ulama merupakan fondasi penting bagi kelancaran pembangunan daerah.

"Mari kita perkuat ukhuwah islamiah dan menjaga silaturahmi dengan para zuriat Syekh Oesman Syahabuddin. Kita berdoa agar negeri ini senantiasa dilimpahi rahmat sehingga Rokan Hilir semakin maju," sebutnya.

Rangkaian peringatan haul yang digelar selama tiga hari berturut-turut sejak 20 September ini turut disaksikan oleh sejumlah tokoh dari berbagai unsur. Tampak di barisan depan Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, perwakilan Danrem 031, Kolonel Ahmadison Baihaki, serta Dandim 0321, Letkol Inf Ricy. Hadir pula Tuan Guru Tariqat Naqsyabandiyah, Syekh Idris, yang didampingi Habib Umar, keluarga besar zuriat, serta sejumlah tokoh masyarakat Riau. ***