SELATPANJANG - Ratusan tahun lamanya, denyut nadi perekonomian masyarakat pesisir Kepulauan Meranti erat terjalin dengan Semenanjung Malaysia melalui perairan sempit Selat Malaka. Kini, impian warga setempat untuk memiliki jalur pelayaran lintas batas yang legal, aman, dan tertib perlahan mulai menemukan titik terang lewat rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Tanjung Kedabu.

Bagi warga Pulau Rangsang, kehadiran pos perbatasan bukan sekadar simbol kedaulatan atau pangkalan pengawasan militer. Pos ini diharapkan mampu mengakomodasi tingginya mobilitas sosial, budaya, serta perdagangan tradisional yang selama ini terpaksa beroperasi di zona abu-abu karena minimnya fasilitas negara.

Merespons aspirasi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti menjadikan pembangunan PLBN sebagai agenda mendesak. Kepala Bagian Perbatasan Setdakab Kepulauan Meranti, Gilang Wana Wijaya menyebut bahwa pondasi utama untuk merealisasikan pos tersebut adalah dengan menuntaskan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Tanjung Kedabu.

"Kehadiran PLBN akan mengakomodasi hubungan lintas batas yang sudah berlangsung lama ini lewat jalur resmi negara," sebutnya.

Gerbang Ekonomi Baru

Gilang menguraikan, aktivitas masyarakat pesisir dengan negara tetangga sudah menjadi bagian dari siklus kehidupan harian. Jika pergerakan ini ditata lewat pintu gerbang yang resmi, aliran barang dan jasa dari dan menuju Malaysia bisa mendongkrak pendapatan asli daerah sekaligus menggerakkan ekonomi akar rumput.

Posisi Pulau Rangsang sendiri sangat diuntungkan oleh berbagai ketetapan pusat. Selain masuk dalam prioritas pembangunan RPJMN 2025–2029, Tanjung Kedabu juga telah diplot sebagai titik garis pangkal negara melalui Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2026. Ketetapan ini mengukuhkan statusnya sebagai serambi terdepan Indonesia.

Pemkab Meranti bertekad agar deretan beleid dan dokumen perencanaan tersebut tidak hanya menumpuk di atas meja. Percepatan RDTR yang saat ini tengah didorong ke Kementerian ATR/BPN merupakan langkah awal untuk merintis infrastruktur jalan, energi, dan air bersih yang kelak menopang operasional PLBN.

"Kita ingin pembangunan kawasan perbatasan beranjak dari sekadar kebijakan di atas kertas, menuju wujud fisik yang manfaat ekonominya langsung dirasakan oleh masyarakat Meranti," pungkas Gilang. ***