
PEKANBARU - Kabut asap pekat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyelimuti Kota Pekanbaru mulai mengganggu denyut aktivitas dan kesehatan masyarakat. Merespons krisis lingkungan tersebut, PTPN IV Regional III turun tangan membagikan 150 paket sembako guna meringankan beban warga yang bermukim di sekitar Region Office perusahaan, Jumat (4/9/2026).
Bantuan Pangan Mengalir untuk Warga
Logistik sembako dengan total berat mencapai 1,1 ton tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan manajemen bersama tim Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PTPN IV Regional III. Penyaluran bantuan yang dipusatkan di Venue Tenis kompleks Region Office ini menyasar keluarga yang paling terdampak oleh memburuknya kualitas udara. Setiap paket yang diterima warga berisi kebutuhan pokok harian berupa beras, minyak goreng, gula, hingga 10 kotak teh kemasan produksi PTPN.
Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso menyatakan bahwa langkah pendistribusian logistik ini merupakan wujud nyata kehadiran dan kepedulian entitas terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional yang tengah dilanda musibah.
"Dalam kondisi seperti ini, kami ingin hadir dan memberikan dukungan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang terdampak kabut asap," urainya.
Lebih lanjut, Bambang menegaskan bahwa perusahaan yang telah tiga dekade memegang prinsip perkebunan berkelanjutan bebas Karhutla ini terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Pihaknya berkomitmen untuk menjaga lingkungan sekitar dan berkontribusi langsung dalam upaya pencegahan serta penanganan Karhutla sesuai kapasitas operasional.
Kasus ISPA Melonjak Tajam
Bantuan pangan ini datang di momen krusial, mengingat kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau tersebut masih terus berfluktuasi pada level yang tidak sehat. Dampak dari paparan asap ini tergambar jelas dari data kesehatan warga yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi mengungkapkan adanya lonjakan signifikan pada jumlah pasien penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sejak pemerintah menetapkan status masa tanggap darurat Karhutla.
"Ada peningkatan kasus ISPA, dua kali lipat peningkatan kita hitung rata-ratanya per hari," paparnya.
Dedy merinci, jika pada kondisi normal fasilitas kesehatan rata-rata hanya menerima sekitar 100 pasien harian, kini angka tersebut melonjak hingga menyentuh 300 kasus setiap harinya. Secara kumulatif, instansi terkait telah mendata 706 warga yang terkonfirmasi menderita ISPA, menjadikannya gangguan kesehatan paling dominan yang menyerang masyarakat selama periode darurat asap.
Syukur Warga dan Antisipasi Lanjutan
Di lapangan, bantuan logistik dari perusahaan pelat merah tersebut disambut hangat oleh warga sekitar. Hamdan, salah seorang penerima manfaat, merasa sangat tertolong karena himpitan ekonomi akibat terbatasnya ruang gerak di luar rumah kini sedikit terobati dengan adanya persediaan pangan.
"Terima kasih kepada PTPN IV yang sudah memberikan bantuan kepada kami. Sembako ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga PTPN IV terus maju dan semakin peduli kepada masyarakat," tuturnya penuh syukur.
Sebagai bentuk langkah antisipasi lanjutan dari hulu, PTPN IV Regional III saat ini makin menggencarkan patroli rutin di seluruh wilayah kerjanya. Tim pengamanan lapangan disiagakan untuk memantau kondisi dan siap bergerak cepat apabila ditemukan potensi titik api baru, terutama di zona areal masyarakat yang berbatasan langsung dengan wilayah perusahaan. ***