
PEKANBARU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan di Pulau Sumatera kembali menunjukkan tren peningkatan. Ribuan titik panas terpantau mengepung berbagai provinsi, dimana Riau turut menyumbang ratusan titik yang terdeteksi oleh satelit pada Jumat (4/9/2026).
Berdasarkan pemantauan terbaru hingga menjelang pergantian hari, grafik kemunculan titik panas di Provinsi Riau merangkak naik secara signifikan. Wilayah pesisir selatan dan kepulauan menjadi area dengan konsentrasi anomali suhu permukaan paling tinggi, sehingga warga diimbau mulai mengantisipasi potensi penurunan kualitas udara.
"Berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, terdapat 234 titik panas di Riau," urai Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Putri Santy Siregar.
Sebaran Titik Panas di Riau
Peningkatan jumlah indikator kebakaran lahan ini tersebar secara tidak merata di berbagai kabupaten dan kota. Kabupaten Indragiri Hilir menempati urutan pertama sebagai wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak. Berikut adalah rincian sebarannya:
Sumatera Selatan Penyumbang Terbesar
Skala ancaman titik api menjadi lebih luas jika melihat peta sebaran Pulau Sumatera secara keseluruhan. Total terdapat 2.671 titik panas yang terpantau aktif. Provinsi Sumatera Selatan berada di posisi puncak dengan angka sebaran yang paling mendominasi.
Selain Sumatera Selatan yang mencatatkan 1.583 titik, wilayah penyumbang lainnya meliputi Jambi (330 titik), Bangka Belitung (312 titik), dan Riau (234 titik). Beberapa provinsi lain juga tidak luput dari pantauan, yakni Lampung dengan 115 titik, Bengkulu 39 titik, Kepulauan Riau 29 titik, Sumatera Barat 21 titik, dan Sumatera Utara sebanyak delapan titik. ***