
SELATPANJANG - Keterbatasan fisik akibat serangan stroke selama hampir dua tahun tak lagi menjadi penghalang bagi Warno untuk mendapatkan hak perlindungan sosial. Warga Desa Banglas Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti ini, dikunjungi langsung oleh personel kepolisian yang datang membawakan layanan pendaftaran bantuan sosial dari pemerintah, Kamis (15/10/2026).
Kedatangan anggota Satuan Samapta Polres Kepulauan Meranti, Aipda Ferdinan Marcos ke rumah Warno merupakan bagian dari inisiatif jemput bola Program Perlindungan Sosial (Perlinsos). Didampingi Ketua RT 002 Dusun Bandar Suir, Sarita, kedatangan petugas bertujuan memastikan warga yang kesulitan secara ekonomi maupun fisik tetap terdata ke dalam sistem penerima bantuan tanpa harus bersusah payah keluar rumah.
Langkah menyisir permukiman warga dari pintu ke pintu ini mencatatkan pendaftaran ratusan orang. Dalam tempo sehari, Aipda Ferdinan mampu mendata rata-rata 50 orang. Secara akumulatif, selama enam hari pelaksanaan, tercatat 210 warga telah resmi terdaftar sebagai calon penerima manfaat Perlinsos untuk diproses lebih lanjut ke tahap verifikasi data.
Masyarakat yang terdata dalam program ini nantinya berpeluang menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa paket sembako, serta kucuran dana dari Program Keluarga Harapan (PKH). Proses pendaftaran membutuhkan kelengkapan administrasi yang cukup rinci. Setiap warga wajib menyerahkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) e-KTP, menjalani pemindaian wajah langsung di lokasi, serta menyertakan nomor telepon aktif, nomor WhatsApp, dan nomor token listrik prabayar. Bagi mereka yang nantinya dinyatakan layak oleh sistem, akan diminta melampirkan nomor rekening bank sebagai jalur penyaluran dana bantuan.
Kasat Samapta Polres Kepulauan Meranti, AKP Hendri Berson menjelaskan bahwa langkah turun langsung ke lapangan ini sengaja diambil untuk mempermudah akses warga terhadap informasi dan program pemerintah.
"Kami menggunakan sistem jemput bola agar masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan informasi dan mengikuti proses pendaftaran secara langsung," terangnya mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita.
Kepedulian terhadap kondisi warga rentan seperti Warno menjadi pendorong utama jajaran kepolisian di wilayah kepulauan tersebut untuk proaktif menjemput data.
"Polisi harus dekat dengan masyarakat. Polres Kepulauan Meranti berkomitmen melayani masyarakat dengan sepenuh hati demi menyukseskan Program Perlinsos ini," pungkasnya. ***