
BAGANSIAPIAPI – Hujan deras berdurasi sekitar 30 menit yang mengguyur Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (1/10/2026) siang memicu genangan air yang melumpuhkan aktivitas di beberapa titik. Luapan air yang tak tertampung ini tidak hanya merendam badan jalan, tetapi juga menyapu halaman rumah ibadah hingga merangsek masuk ke dalam ruang kelas sekolah.
Genangan terparah terpantau memutus akses di kawasan Jalan Sumatera Laut dan Jalan Gedung Nasional, Kelurahan Bagan Barat. Kawasan yang padat dengan pusat pendidikan ini mendadak berubah menyerupai danau, mengepung area SDN 005, SDN 006, SMPN 1 Bagansiapiapi, kompleks SMAN 1 Bangko Bagansiapiapi, hingga pekarangan Masjid Agung Al Ikhlas.
Saat genangan air mulai meninggi sekitar pukul 12.30 WIB, para pelajar tingkat dasar dari SDN 005 dan SDN 006 beruntung sudah lebih dulu pulang ke rumah masing-masing. Namun, proses belajar di SMAN 1 dan SMPN 1 yang letaknya saling berdekatan terpaksa terganggu karena air menggenangi halaman dan menembus ruang kelas. Di tengah genangan yang menutupi jalan aspal dan semenisasi, sejumlah anak-anak setempat justru memanfaatkannya sebagai arena bermain air.
Banjir kilat yang urung surut hingga sore hari ini diduga kuat berakar dari tersumbatnya infrastruktur saluran air kota. Saluran drainase yang seharusnya menjadi jalur buang menuju Sungai Garam sebelum bermuara ke Kuala Bagan dan laut, tampak tidak berfungsi menyalurkan debit air hujan.
Melihat kondisi fasilitas umum dan lingkungan pendidikan yang kerap terendam, warga Kelurahan Bagan Barat dan Bagan Timur langsung mengimbau Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Rokan Hilir untuk mengambil langkah pencegahan sejak dini, mengingat wilayah tersebut saat ini mulai memasuki musim hujan.
"Tolong organisasi perangkat daerah terkait seperti Dinas PUTR Rohil segera turun dan proaktif mengatasi ancaman banjir, segera benahi aliran parit atau drainase dalam kota ini," harap salah seorang warga setempat. ***