BOGOR –PSPS Pekanbaru mencuri tiga poin dari kandang Persikad Depok setelah menang dramatis 3-2 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Gol Antonio Gamaroni pada menit ke-90+9 menjadi penutup laga yang nyaris berakhir dengan hasil imbang. Sebelumnya, PSPS sempat berbalik unggul, kehilangan keunggulan itu menjelang turun minum, lalu berjuang mencari gol kemenangan hingga detik-detik terakhir pertandingan.

Laga baru berjalan empat menit ketika PSPS sudah harus menelan pil pahit. Gol bunuh diri Luiz Henrique membuat tim berjuluk Askar Bertuah itu tertinggal lebih dahulu. Namun, keunggulan tuan rumah tak bertahan lama. PSPS merespons dengan serangan cepat, seolah menolak membiarkan pertandingan berjalan sesuai keinginan Persikad.

Menit ke-12, Asir Aziz menusuk dari sisi kiri. Ia menerima umpan terobosan mendatar yang membawanya ke ruang terbuka, kemudian melepaskan crossing ke arah Antonio Gamaroni. Penyerang PSPS itu menyambut bola dengan tendangan mendatar. Bola meluncur melewati penjagaan Persikad dan mengubah skor menjadi 1-1.

Dua menit berselang, PSPS justru berbalik memimpin.

Melalui skema build-up, bola kembali berada di kaki Asir. Dari luar kotak penalti, ia melepaskan tembakan menggunakan kaki kiri. Tendangannya mengarah tajam ke sudut bawah kiri gawang Persikad. Kiper tuan rumah gagal menjangkaunya. Dalam rentang waktu singkat, PSPS mengubah ketertinggalan menjadi keunggulan 2-1. Asir mencatatkan satu gol dan satu assist, menjadi motor kebangkitan timnya pada awal pertandingan.

Pada menit ke-17, PSPS kembali mengancam lewat serangan balik. Persikad gagal memaksimalkan sepak pojok, dan situasi itu segera dimanfaatkan tim tamu. Asir menggiring bola dari sisi kiri, melewati seorang pemain lawan, lalu membawa PSPS ke situasi tiga lawan satu. Antonio Gamaroni dan Vieri Donny berada di sisi serangan. Asir mengirimkan bola kepada Vieri yang bergerak dari kanan menuju tengah. Namun, tembakannya masih bisa diblok.

Persikad tak tinggal diam. Mereka mulai menekan pertahanan PSPS, terutama melalui John Mena. Pada menit ke-31, tembakan jarak jauh Mena mengarah tajam ke sisi kiri gawang. Juan Meka menepisnya dan hanya memberikan sepak pojok kepada tuan rumah. Dari situasi bola mati, Gustavo Franca menyambut bola dengan tandukan yang mengarah ke sudut atas kanan gawang. Juan Meka kembali bereaksi dan menyelamatkan PSPS dari kebobolan.

Ancaman belum berakhir. Lima menit kemudian, John Mena kembali masuk ke kotak penalti setelah menerima umpan Fikri Adriansyah. Ia melepaskan tembakan mendatar. Juan Meka menjatuhkan diri dan menepis bola menggunakan kakinya. Kiper PSPS itu menjadi benteng terakhir di tengah gelombang serangan Persikad.

Menit ke-38, giliran Gustavo Franca yang mendapatkan peluang dalam situasi satu lawan satu. Juan Meka keluar dari sarangnya, maju untuk mempersempit ruang tembak, lalu mengamankan bola lebih dahulu. Meski situasi tersebut kemudian terindikasi offside, keberaniannya kembali memperlihatkan peran penting sang penjaga gawang.

Namun, pertahanan PSPS akhirnya runtuh menjelang turun minum.

Wasit memberikan tambahan waktu enam menit. Dalam penghujung babak pertama, Persikad melancarkan serangan melalui John Mena. Bola yang awalnya ditangkap Juan Meka terlepas. Gustavo Franca berada di tempat yang tepat untuk menyambar bola rebound dan mengirimkannya ke gawang PSPS.

Skor berubah menjadi 2-2.

PSPS sempat memprotes situasi tersebut. Wasit utama Pipin Indra Pratama melakukan pengecekan VAR untuk meninjau kemungkinan adanya kontak terhadap Juan Meka ketika bola terlepas dari tangkapannya. Setelah pemeriksaan, gol Gustavo Franca tetap disahkan. Keunggulan PSPS yang dibangun dalam tempo dua menit pun sirna sebelum jeda.

Memasuki babak kedua, kedua kesebelasan kembali bertarung dengan intensitas tinggi. PSPS berusaha merebut kembali keunggulan, sedangkan Persikad mencoba memanfaatkan momentum setelah berhasil menyamakan kedudukan.

Pada menit ke-53, Hamzah Depa mengambil bola dari sisi kanan, menggiringnya ke tengah, lalu melepaskan tembakan keras. Bola masih melebar dari sasaran. PSPS terus mencari celah, tetapi penyelesaian akhir belum memberikan hasil yang diharapkan.

Menit ke-69, PSPS memasukkan Dimas Wicaksono untuk menggantikan Jenico Raski. Pergantian itu membawa harapan baru. Dimas dikenal sebagai pemain yang bisa memberikan dampak ketika masuk dari bangku cadangan. Dalam pertandingan yang semakin mendekati akhir, kehadirannya diharapkan menjadi pembeda.

Harapan itu hampir terwujud semenit kemudian.

Dimas melakukan crossing lambung dari sisi kiri ke arah Gamaroni. Penyerang PSPS itu menyambutnya dengan tandukan, tetapi kiper Persikad, Dafa, masih mampu menepis bola. PSPS memperoleh sepak pojok. Pramodya kemudian melakukan tandukan yang kembali ditepis Dafa. Bola rebound kembali jatuh ke kaki Pramodya, yang langsung melepaskan tembakan. Namun, untuk ketiga kalinya dalam rangkaian serangan tersebut, Dafa berhasil menggagalkan peluang PSPS.

Tiga kesempatan dalam satu rangkaian serangan tak cukup untuk mengubah skor. Gawang Persikad tetap selamat.

Pada menit ke-71, Persikad membalas melalui serangan balik. Gustavo Franca memperoleh momentum untuk bergerak maju, tetapi minimnya dukungan membuat serangannya kehilangan daya. Hamzah Depa turun membantu pertahanan dan berhasil merebut bola.

Waktu terus berjalan. Kedua tim masih mencari gol, sementara pertandingan semakin mendekati penghujung babak kedua. Bagi PSPS, hasil imbang jelas bukan akhir yang diinginkan setelah sempat memimpin 2-1. Kemenangan di kandang lawan masih terbuka, tetapi waktu semakin sempit.

Menit ke-87 menjadi titik balik berikutnya. F. Doni dari Persikad Depok menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Reza Kusuma di luar kotak penalti. Ia diusir setelah menerima kartu kuning kedua dalam pertandingan tersebut.

Persikad harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain. Keuntungan jumlah pemain itu menjadi peluang bagi PSPS untuk melancarkan tekanan terakhir.

Hamzah Depa mengambil eksekusi tendangan bebas. Namun, bola yang diarahkan ke area pertahanan Persikad berhasil ditepis. Tak lama kemudian, tuan rumah melancarkan serangan balik melalui lemparan jauh Dafa yang melewati garis tengah dan menjangkau John Mena. Peluang itu berakhir sia-sia setelah tembakan Mena melenceng jauh dari sasaran.

PSPS kembali menekan. Dalam salah satu serangan pada menit-menit akhir, crossing Hamzah Depa berhasil dijangkau Antonio Gamaroni. Ia melepaskan tembakan, tetapi Dafa menepisnya. Gamaroni kembali menyambar bola muntah, dan sekali lagi kiper Persikad menggagalkan peluang tersebut.

Waktu normal telah habis. PSPS terus mengerahkan tenaga terakhirnya, sementara Persikad berusaha mempertahankan hasil imbang dengan sepuluh pemain. Pertandingan memasuki masa tambahan waktu yang panjang. Setiap serangan menjadi kesempatan yang tak boleh disia-siakan.

Lalu, pada menit ke-90+9, kesempatan itu datang.

PSPS melancarkan serangan balik. Gamaroni bergerak dari sisi kanan dan menemukan ruang yang terbuka. Ia membawa bola, menyiapkan tembakan, lalu melepaskan tendangan keras ke arah gawang Persikad.

Kali ini, bola berakhir di dalam gawang.Gamaroni yang sebelumnya menyamakan kedudukan pada menit ke-12 kini mencetak gol penentu kemenangan. Jika gol pertamanya menghidupkan harapan PSPS setelah tertinggal, gol keduanya memastikan Askar Bertuah pulang membawa tiga poin dari Bogor.

Peluit panjang langsung berbunyi setelah gol tersebut tercipta. Tak ada lagi waktu bagi Persikad untuk membalas. Drama di Stadion Pakansari berakhir dengan kemenangan PSPS Pekanbaru, 3-2.

PSPS menutup pertandingan dengan cara yang paling menegangkan: tertinggal lebih dahulu, membalikkan keadaan, kehilangan keunggulan menjelang turun minum, berkali-kali gagal memanfaatkan peluang, lalu memastikan kemenangan pada menit kesembilan masa tambahan waktu. ***