
PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan mengguyur sejumlah wilayah Provinsi Riau, Senin (12/10/2026). Di tengah potensi curah hujan tersebut, masyarakat tetap diminta mewaspadai kondisi udara yang kabur akibat paparan asap karhutla.
Pola curah hujan ini diprediksi berlangsung sejak pagi hingga menjelang dini hari nanti. Berdasarkan data cuaca harian, suhu udara di wilayah Riau berkisar antara 23–33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 55–99 persen.
Adapun pergerakan angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam. Sementara untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah Provinsi Riau diprakirakan masuk kategori rendah pada kisaran 0,5–1,25 meter.
Hujan ringan hingga sedang pada pagi hari terpantau turun di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, Kampar, Pelalawan, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru. Kondisi serupa berlanjut pada siang hingga sore hari di kawasan Rokan Hulu, Pelalawan, Kampar, Dumai, dan Pekanbaru.
"BMKG turut mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang," jelas Forecaster on Duty BMKG, Gita Dewi S.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, Kampar, Pelalawan, serta Kota Dumai. Dinamika cuaca ekstrem tersebut dapat terjadi kapan saja dari pagi hingga dini hari.
Memasuki malam hari, giliran sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu yang berpeluang diguyur hujan ringan. Menjelang dini hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan kembali menyapu kawasan Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai.
Meskipun hujan mulai membasahi Bumi Lancang Kuning, otoritas cuaca mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap kondisi udara. Warga diimbau rutin memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk menekan risiko gangguan pada sistem pernapasan.
"Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, petir, serta angin kencang di wilayah yang telah mendapat peringatan dini," imbaunya. ***