PEKANBARU - Ribuan titik panas atau hotspot terpantau mengepung wilayah Pulau Sumatera pada Senin (5/10/2026). Berdasarkan pendataan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Provinsi Riau menyumbang tujuh titik panas yang tersebar di lima kabupaten berbeda.

Forecaster On Duty BMKG, Ranti Kurniati merinci bahwa ketujuh titik panas di Riau terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir dengan tiga titik. Sementara Kuantan Singingi, Pelalawan, Kampar, dan Indragiri Hulu masing-masing menyumbang satu titik panas.

Keberadaan hotspot ini merupakan indikator awal suhu anomali yang terdeteksi melalui satelit, namun tidak serta merta menunjukkan sumber titik api atau luas area kebakaran secara pasti.

Sumatera Selatan Dominasi Titik Panas

Secara keseluruhan, jumlah hotspot di wilayah Sumatera menyentuh angka 2.804 titik. Sumatera Selatan tercatat sebagai provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak yang mencapai 2.196 titik, jauh melampaui wilayah lainnya.

Posisi berikutnya ditempati oleh Bangka Belitung dengan 296 titik, disusul Lampung dengan 185 titik, dan Jambi 114 titik. Sebaran hotspot dalam skala kecil juga terdeteksi di Sumatera Barat sebanyak tiga titik, Kepulauan Riau dua titik, serta Bengkulu satu titik.

Ancaman Kekaburan Udara Akibat Asap

BMKG mengingatkan bahwa keberadaan titik panas yang masif di Sumatera dapat memicu potensi kekaburan udara akibat asap, tergantung pada dinamika kondisi atmosfer serta arah pergerakan dan kecepatan angin di wilayah tersebut.

"BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan informasi cuaca, khususnya di wilayah yang masuk dalam peringatan dini. Warga juga diminta berhati-hati terhadap potensi petir dan angin kencang saat hujan terjadi," terangnya. ***