
PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, di sela-sela kesibukannya menyambut kedatangan rombongan PWI Riau yang dipimpin Ketua Raja Isyam Azwar, Senin (5/10) di ruang kerjanya. SF Hariyanto yang didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyambut baik kunjungan tersebut.
Di hadapan pengurus PWI Riau, Gubri SF Hariyanto kemudian bercerita tentang kondisi Pemprov Riau saat ini, khususnya masalah fiskal yang juga dialami oleh provinsi lain.
Sebagai daerah penghasil migas, Pemprov Riau juga merasakan tekanan fiskal akibat pemangkasan anggaran oleh pusat. Seperti pemotongan dana TPPD untuk membantu mempercepat pelaksanaan program prioritas pembangunan.
Akibatnya, pemerintah provinsi harus melakukan efisiensi di mana-mana, serta membatasi kegiatan-kegiatan seremonial yang bisa menguras anggaran.
"Tetapi kita harus tetap optimistis, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan dan untuk itu kita harus pandai-pandai mengelola anggaran. Seperti membatasi kegiatan-kegiatan seremonial yang bisa menguras anggaran," ujar SF Hariyanto.
Pada kesempatan itu, Gubri juga menyampaikan keprihatinannya terhadap tiga kabupaten di Riau yang tak sanggup dalam membayarkan BPJS Kesehatan untuk masyarakat.
"Ini juga harus kita pikirkan, jangan sampai layanan kesehatan untuk masyarakat terganggu karena ketiadaan anggaran. Saya benar-benar prihatin, kepala daerahnya sudah angkat tangan. Dan ini harus kita atasi," sebutnya.
Sementara itu, Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi fiskal yang dialami Pemerintah Provinsi Riau, sebelum menyampaikan beberapa hal terkait kedatangan pengurus PWI Riau.
"Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih pada Pak Gubernur dan kepala OPD, karena kami diterima dalam suasana sangat hangat. Kami tahu Bapak sangat sibuk dan kami merasa mendapat kehormatan diterima di tengah kesibukan Bapak," ujar Raja Isyam membuka pembicaraan.
Raja Isyam mengawali pemaparannya dengan kondisi PWI yang kini telah bersatu kembali setelah sempat terpecah. Kemudian, ia membahas rencana PWI mengikuti Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang akan diselenggarakan secara bersamaan di Provinsi Lampung pada April tahun depan. Karena dua kegiatan tersebut membutuhkan dana cukup besar, PWI Riau meminta dukungan dan masukan pada Plt Gubri terkait anggaran yang berasal dari Pemprov Riau.
"Karena ini adalah agenda nasional keluarga besar pers di tanah air dan merupakan simbol bagi kebebasan pers yang selama ini didukung penuh oleh pemerintah, kami meminta masukan dari Bapak Gubernur mengenai anggaran," ujar Raja Isyam.
Bak gayung bersambut, SF Hariyanto menyambut baik dan siap mendukung keikutsertaan PWI Riau ke HPN dan Porwanas, serta memberikan dukungan untuk kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI demi peningkatan kualitas wartawan di Riau.
"Kita siap bantu HPN dan Porwanas, tetapi dengan kondisi fiskal yang kita alami saat ini dan juga efisiensi di mana-mana, kita tidak bisa bantu seperti dulu-dulu lagi. Tapi tetap kita bantu. Nanti kita carikan jalannya," tegas SF Hariyanto.
Terkait kondisi Gedung PWI Riau yang cukup memprihatinkan karena terdapat kebocoran di beberapa titik dan ada plafon yang sudah terjatuh, Gubri juga siap melakukan renovasi untuk memperbaiki titik-titik yang rusak.
"Gedung PWI itu dibangun pada masa saya menjabat Kadis PU. Nanti kita perbaiki bagian mana saja yang rusak. Saya akan kirim tim dari PU nanti," ujarnya.
Di akhir pertemuan, Raja Isyam mengatakan bahwa sejalan dengan kondisi fiskal daerah yang tidak sedang baik-baik saja, PWI pun akan prihatin saat mengikuti HPN dan Porwanas.
"Kita akan berangkat dengan bus dan membatasi pengurus serta atlet yang berangkat," ujar Raja Isyam yang didampingi Sekretaris PWI Doni Putra, Bendahara Anthony Hary, Jinto L. Gaol (Wakil Sekretaris), dan Luna Agustin (Wakil Bendahara). ***