JAKARTA, GORIAU.COM - Berdasarkan survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada 1-9 Mei 2014 dengan melibatkan 2.400 responden di 33 provinsi dengan margin of error plus-minus 2 persen, diketahui bahwa pasangan Joko Widodo –Jusuf Kalla (Jokowi-JK) lebih banyak mendapat dukunga sukarela dari rakyat ketimbang pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Saat ditanya ke responden untuk memberikan bantuan kepada kedua pasangan, 68,5 persen responden menyatakan sukarela membantu pasangan Jokowi-JK dan hanya 15,3 persen yang akan sukarela membantu Prabowo-Hatta.

''Dukungan seperti itu yang membuat PDIP menang dalam Pemilu 1999 dan SBY memenangi Pilpres 2004,'' kata peneliti LSI, Ardian Sopa.

Pasangan Jokowi-JK juga unggul di hampir semua segmen pemilih, ketimbang Prabowo-Hatta. Jokowi-JK unggul di semua segmen, yakni segmen gender, desa-kota, usia, dan agama. Jokowi-JK juga unggul dari Prabowo-Hatta dari segmen suku, kecuali suku Betawi.

Dari segmen pendidikan dan pendapatan, Jokowi-JK pun unggul di hampir semua kategori, kecuali pada segmen pendidikan tinggi dan pendapatan Rp 1-2 juta per bulan.

Sedangkan pada segmen pemilih partai, Jokowi-JK juga relatif unggul, kecuali pemilih Partai Gerindra, Hanura, dan PKPI. Kedua pasangan pun bersaing ketat meraih dukungan pemilih PKS dan PBB.

Dari realita dukungan dan koalisi parpol, pasangan Jokowi-JK kalah dalam dukungan elite dan parpol. Namun, menang dalam dukungan pemilih. Prabowo-Hatta didukung Gerindra, PAN, PPP, PKS, dan Golkar, serta PBB dengan raihan 48 persen suara pemilih, sedangkan PDIP, Nasdem, PKB, dan Hanura, hanya memiliki 40 persen dukungan. Namun, Jokowi-JK memiliki dukungan spontan dari masyarakat. ***