MAKASAR, GORIAU.COM - Citra polisi tercoreng lagi gara-gara ulah cabul Brigadir Polisi (Brigpol) Arifuddin Naru. Dalam keadaan mabuk anak perawan yang masih di bawah umur ia paksa melayani nafsu bejadnya. Nekadnya lagi itu dilakukan di semak-semak pinggir pantai belakang Mall Trans Studio, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar, (22/5/2014).

Di tengah pergulatan mempertahankan mahkotanya, Ani (14) - nama samaran - berhasil merampas pistolnya si polisi dan menodongkan ke wajah oknum polisi itu setelah kegadisannya direnggut paksa.

Cara itu cukup ampuh. Arifuddin yang ditodong dengan senjatanya sendiri lari terbirit-birit dalam keadaan tak memakai celana. Ani yang juga ketakutan mengambil pula langkah seribu. Dalam keadaan bugil ia lari sambil berteriak minta tolong. Saat itu dia masih menggenggam pistol milik oknum polisi yang bertugas di Unit Serse Kriminal Polsek Tamalate, Makassar.

Mansyur (47), seorang tukang bengkel kaget melihat gadis lugu ini lari ketakutan. Lebih kaget lagi karena dia melihat anak ABG itu lari tak berbusana. Di tangannya sepucuk pistol revolver, senjata organik oknum polisi bejad itu masih dalam genggamannya. ''Pak minta tolong. Saya baru saja diperkosa orang,' teriak Ani, terisak.

Mansyur bergegas menolong. Dia memberikan sepotong pakaian dan sarung untuk membungkus tubuh Ani yang bugil itu. Dia sempat syok, menangis sesunggukan sambil menutupi wajahnya.

Kepada Mansyur Ani mengisahkan kisah pilu yang baru saja dialaminya. Mendengar cerita itu, Mansyur tak kuasa menahan haru. Setelah mengamankan senjata ''rampasan'' itu dia pun mengantar anak ketiga dari lima bersaudara ini melapor ke Polsek Tamalate, tempat sang oknum Brigpol itu bertugas.

''Saya kaget kenapa ada perempuan lari telanjang. Tadinya saya kira orang gila. Lebih kaget lagi karena dia bawa pistol,'' cerita Mansyur. Mendengarkan kabar yang menimpa putrinya, Junaedi (55) menyusul anaknya ke Polsek Tamalate. Oleh Kapolsek Tamalate, Komisaris Polisi (Kompol) Suaib dia diarahkan melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.

Ani yang ditemui Jaringnews.com sebagaimana dikutip GoRiau.com di Polrestabes Makassar, Jumat tengah malam mengisahkan, sore menjelang petang itu ia baru saja pulang dari tempat kerjanya. Sehari-hari warga Jalan Tanggul Patomppo, Keluruhan, Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate itu bekerja sebagai buruh bangunan di Perumahan Mahogani, Kecamatan Tamalate. Ani duduk sambil menunggu ayahnya datang menjemput.

Brigpol Arifuddin, yang baru pulang dari pesta minuman keras di sebuah pesta perkawinan, melintas. Dia melihat gadis ABG itu duduk sendiri. Dihampirinya Si Ani dan menawarkan tumpangan. Karena sudah gelap Ani pun ikut. Tak sedikit rasa curiga dalam benaknya.

Begitulah. Sepeda Motor metic warna ping bernomor polisi DD 3333 NA yang dikendari Brigpol Arifuddin meluncur. Eh, bukannya diantar pulang. Sepeda motornya berbelok ke samping Mall Trans Studio. Di sebuah semak-semak sepeda motornya dihentikan. Oknum polisi ini meminta Ani turun lalu memaksa membuka bajunya.

Ani tentu saja menolak. Syarifuddin pun emosi. Pistol di pinggangnya dicabut. Lalu, dooor...doooor...dooor....Tiga butir peluru muntah ke udara. Ani tentu saja ketakutan. Bajunya lalu dilucuti paksa oleh Arifuddin. Ani tak berdaya. Apalagi dia diancam pistol di kepalanya. Meski menangis, meronta dan berteriak, namun apalah daya gadis malang ini. Suaranya hilang tertelan hembusan angin dan deburan ombak laut.

Sejurus kemudian gadis ABG ini disetubuhi paksa. Saat terpaksa harus ''melayani'' nafsu bejat Arifuddin, dia membujuk agar meletakkan pistolnya. Saat itulah Ani meraih pistol tersebut yang diletakkan di tanah dan menodongkan ke wajah Arifuddin. Oknum polisi cabul yang baru saja berulang tahun ke 32 tahun ini, lari tunggang-langgang.

Kapolsek Tamalate, Kompol Suaeb A Madjid, membenarkan jika pelaku pemerkosaan itu adalah anak buahnya. ''Saya yang antar korban ke Polrestabes, setelah itu saya antar lagi anggota saya,'' kata Suaeb yang mengaku tidak menyangka anak buahnya tega melakukan itu.

Terpisah, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulselbar, Irjen Polisi Burhanuddin Andi, mengaku akan menindak tegas anggotanya yang telah mencoreeng citra korps yang dipimpinnya.

Mantan Kapoltabes Makassar ini menegaskan jika terbukti Arifuddin terancam diberhentikan secara tidak hormat (PTDH). ''Ini sangat memalukan. Saya akan bertindak tegas kepada siapa saja anggota yang merusak citra kepolisian,'' katanya kepada Jaringnews.com, Jumat, (23/5) malam tadi.

Sementara itu Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi, Fery Abraham mengaku pelaku pemerkosaan saat ini sudah diamankan di Mapolrestabes Makassar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Ada beberapa barang bukti yang kami amankan. Diantaranya senjata api milik oknum tersebut dan pakaian dalam milik korban yang ada bercak darah dan nodanya,'' jelas Fery. ***