
JAKARTA, GORIAU.COM - Purnawirawan TNI Jenderal (Purn) Luhut Pandjaitan beserta 21 purnawirawan jenderal lainnya mendukung Jokowi menjadi capres PDIP. Gubernur DKI Jakarta Jokowi pun menghormati dukungan tersebut.
"Itu demokrasi. Ada yang senang ya silakan, ada yang nggak itu silakan. Ada yg dukung silakan ada yang dukung," kata Jokowi di Rumah Dinas, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/3/2014).Namun demikian Jokowi berharap dukungan-dukungan dari pihak mana pun masih dalam koridor yang sesuai. Jokowi ingin berpolitik dengan bersih."Silakan kalau ada yang dukung, tapi dengan cara-cara yang baik. Ada sopan santun (dalam) politik," imbuh Jokowi.Jokowi ditetapkan sebagai capres oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri siang tadi. Malam ini pun Jokowi mendadak menghadiri rapat internal dengan PDIP.Tak IntervensiJenderal (purnawirawan) Luhut Pandjaitan bersama 21 rekan sesama purna TNI menyatakan apresiasinya dengan pilihan Megawati Soekarnoputri mencalonkan Jokowi. Langkah ini tak akan menjadi intervensi pada purna TNI lainnya untuk memilih Jokowi."Hak anggota TNI (purn) lainnya mau pilih siapa. Itu hak konstitusi masing-masing orang," kata Luhut dalam jumpa persnya di Wisma Bakrie 2, Jalan Rasuna Said, Jaksel, Jumat (14/3/2014).Jumpa pers ini digelar hanya berselang beberapa jam setelah Megawati menyatakan Jokowi sebagai capres PDIP. Ia pun mengatakan 'gerakan apresiasi Jokowi capres' ini pun lebih pada ucapan terima kasih karena Megawati telah legowo menunjuk Jokowi."Ini bukan karena Jokowi atau PDIP. Ini karena Bu Mega. Kemarin sempat simpang siur kabar tentang capres dari PDIP, sekarang akhirnya ditentukan," terangnya.Ia tak ingin munculnya dukungan 22 purna Jenderal TNI ini dinilai sebagai upaya pengarahan pasukan secara masif.Lalu apa dukungan Luhut dkk untuk Jokowi? "Kami mendukung pemilu damai dengan cara menjaga agar berjalan dengan aman dan damai," ujar Luhut diplomatis.***