MASSA Buddha dilaporkan telah merusak sebuah masjid dan membakar toko-toko milik Muslim di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar.
Polisi melepaskan tembakan untuk membubarkan kerumunan umat Buddha dan Muslim yang berada di jalan-jalan pada Rabu (2/7/2014).
Kekerasan itu kembali berkobar akibat berita fitnah yang disebarkan di media sosial, bahwa ada seorang Muslim memperkosa wanita Buddhis. Ashin Wirathu, seorang biksu Buddha terkenal yang berbasis di Mandalay, telah memposting informasi bohong tersebut di halaman Facebook-nya.
Wirathu, yang menggambarkan dirinya sebagai Myanmar "Bin Laden", telah dituduh memicu ketegangan anti Muslim, dan merupakan pemimpin kunci dari sebuah kelompok yang disebut 969.
Pengikut kelompok ini mengklaim Myanmar berada di bawah ancaman dari ekspansi Islam, dan menyerukan untuk memboikot bisnis milik warga Muslim.
Ketegangan meningkat di Mandalay pada Selasa (1/7/2014) malam, di mana segerombolan Buddha membakar toko-toko dan kendaraan. Media lokal melaporkan bahwa tiga orang terluka dalam kerusuhan itu.
Myanmar telah mengalami kekerasan sektarian sejak Juni 2012. Sekitar 280 orang telah tewas dan puluhan ribu mengungsi. ***


