MANDALAY, GORIAU.COM - Ratusan ekstrimis Buddhis, membakar sebuah madrasah dan beberapa bangunan lainnya milik Muslim di Mandalay -- kota terbesar kedua di Myanmar, Sabtu (5/7/2014). Polisi hanya menonton aksi para ekstrimis Buddhis tersebut.

Pembakaran terjadi setelah pemakaman seorang Buddhis yang tewas dalam bentrok, Kamis (3/7), di pinggiran Mandalay. Masa yang marah, dengan membawa senjata tajam dan pentungan, melempari rumah dan toko-toko milik Muslim dengan batu.

Sebuah madrasah dan asrama dibakar massa yang marah, dan puluhan polisi menyaksikan tanpa melakukan tindakan apa pun.

"Lebih 70 polisi berada di lokasi saat pembakaran, dan mereka tidak melakukan apa-apa," ujar Win Naing, donatur madrasah, yang menyaksikan pembakaran dari tempat persembunyiannya di rumah seorang Buddhis.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, karena sekolah sedang libur. Namun, ratusan siswa yang belajar Islam di sekolah itu kini kehilangan fasilitas.

Zaw Zaw Latt, anggota Kelompok Dialog Lintas Agama, mengatakan polisi sebenarnya bisa mencegah pembakaran, tapi lebih memilih diam. Bahkan polisi juga menolak berkomentar kepada wartawan.***