
PEKANBARU - Pemantauan satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan ribuan titik panas atau hotspot yang tersebar luas di wilayah Pulau Sumatera. Kondisi ini berpotensi besar memengaruhi kualitas udara di Provinsi Riau menyusul adanya ancaman kabut asap tebal, Selasa (6/10/2026).
Berdasarkan data terbaru hingga pukul 23.00 WIB, sistem radar BMKG mencatat total kemunculan hotspot di kawasan Sumatera menyentuh angka 3.142 titik. Keberadaan hotspot ini merupakan indikator awal suhu anomali yang dipantau melalui satelit di suatu kawasan.
Otoritas cuaca menegaskan bahwa deteksi satelit tersebut tidak secara otomatis menunjukkan sumber api terbuka maupun luasan area kebakaran hutan dan lahan secara pasti.
Sumatera Selatan tercatat sebagai provinsi penyumbang titik panas terbanyak dengan jumlah mencapai 2.511 hotspot. Posisi selanjutnya ditempati oleh Bangka Belitung dengan 261 titik panas, Jambi sebanyak 207 titik, serta Provinsi Lampung yang menyumbang 140 titik.
Sisa titik panas lainnya tersebar merata dalam skala kecil di berbagai provinsi tetangga. Tercatat Provinsi Aceh memiliki satu titik, Sumatera Utara lima titik, Sumatera Barat lima titik, dan Bengkulu empat titik panas.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine menjelaskan dinamika penyebaran asap dari wilayah-wilayah penyumbang hotspot tersebut sangat bergantung pada arah angin serta kondisi atmosfer saat ini.
Khusus di wilayah Provinsi Riau, satelit memantau keberadaan delapan titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Titik tersebut terpantau berada di Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak dua titik, Pelalawan dua titik, Indragiri Hulu dua titik, Kota Dumai satu titik, dan Kabupaten Siak satu titik.
Untuk meminimalisasi dampak kesehatan akibat buruknya kualitas udara, pihak BMKG terus meminta masyarakat agar proaktif mengamati perkembangan lingkungan sekitar.
"BMKG mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara, terutama warga yang berada di wilayah dengan kondisi asap tebal serta daerah yang masuk dalam peringatan dini cuaca," tandasnya. ***