
JAKARTA – Kehadiran santan kemasan telah mempermudah cara keluarga Indonesia meracik hidangan tradisional menjadi lebih praktis tanpa mengorbankan cita rasa otentiknya. Dedikasi dalam menjaga kualitas racikan masakan ini membawa KARA Santan meraih penghargaan Disway Awards Trusted & Popular Brand 2026 untuk kategori Bumbu dan Bahan Dasar Makanan.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Founder and Leader Disway Media Group, Dahlan Iskan dalam malam penganugerahan yang berlangsung di JW Marriott Hotel, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Pencapaian ini menjadi penegas posisi merek tersebut sebagai produk yang tidak hanya dikenal luas, melainkan sangat dipercaya oleh masyarakat.
Ajang apresiasi ini digagas oleh Disway National Network berkolaborasi dengan Infovesta Utama. Melalui riset mendalam sepanjang Juli hingga Agustus 2026, pihak penyelenggara melibatkan 20.000 responden dari rentang usia 17 hingga 60 tahun yang tersebar di 20 kota besar Indonesia. Pemilihan pemenang menggunakan metode pengambilan sampel acak wilayah bertingkat dengan mengukur parameter kesadaran puncak di masyarakat, yakni merek pertama yang melekat di benak konsumen saat suatu kategori produk disebutkan.
"Penghargaan ini memiliki arti penting bagi kami. Dikenal oleh masyarakat merupakan pencapaian, tetapi dipercaya dan terus dipilih dalam keseharian adalah tanggung jawab yang harus dijaga. Kami berterima kasih kepada konsumen yang telah memberikan tempat di dapur mereka," tutur Corporate Communication Manager Sambu Group, Dwianto Arif W.

Sebagai elemen penting dalam kuliner Nusantara, santan menjadi nyawa untuk beragam olahan masakan rumahan maupun kreasi kuliner komersial. Konsistensi dalam menjaga kedekatan dengan aktivitas memasak harian mendorong produsen untuk terus mendengarkan dinamika kebutuhan konsumen yang terus berkembang pesat.
Menjaga popularitas merek, jelas Dwianto, harus selalu beriringan dengan upaya berkesinambungan merawat kepercayaan publik. Apresiasi tingkat nasional ini sekaligus menjadi pengingat bagi perusahaan untuk senantiasa menyajikan pengalaman produk yang dapat diandalkan kapan saja.
"Kami ingin ketika konsumen mengingat produk kami, mereka juga merasa yakin dengan apa yang mereka pilih. Kepercayaan itulah yang akan terus kami rawat agar senantiasa relevan bagi masyarakat Indonesia," pungkasnya.
Sebagai informasi, pelopor santan kemasan aseptik di Tanah Air ini mengandalkan 90 persen bahan baku kelapa yang diserap langsung dari petani lokal. Prinsip kemitraan tersebut tidak sekadar berorientasi pada suplai bahan baku, tetapi juga berfokus mengangkat kesejahteraan sosial dan ekonomi para petani melalui pembangunan infrastruktur serta penyelenggaraan program pendidikan masyarakat di sekitar kawasan industri. ***