
PEKANBARU –PSPS Pekanbaru sedang menikmati momentum kebangkitan di Pegadaian Championship 2026/2027. Empat kemenangan dalam lima pertandingan membawa Askar Bertuah ke puncak klasemen sementara Grup A. Di tengah performa yang menanjak, kelompok suporter Asykar Theking berharap konsistensi tim bertahan hingga akhir kompetisi.
Ketua Umum Asykar Theking, Chairul Azhari, mengatakan capaian PSPS sejauh ini patut diapresiasi. Ia menyampaikan terima kasih kepada pelatih dan pemain yang telah membawa tim kebanggaan masyarakat Pekanbaru itu bersaing di papan atas.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pelatih dan para pemain. Kami juga berharap agar pemain dan pelatih tetap menjaga tren positif ini hingga akhir kompetisi nanti,” kata Chairul kepada GoRiau, Jumat, 16 Oktober 2026.
Performa PSPS memang menunjukkan perkembangan setelah mengawali musim dengan kekalahan 1-2 dari PSIS Semarang pada 11 September 2026. Setelah itu, tim asuhan Akhyar Ilyas bangkit dengan menaklukkan Persiraja Banda Aceh 2-1, Sumsel United 2-1, Semen Padang 1-0, dan PSMS Medan 2-1.
Kemenangan atas PSMS pada Minggu, 11 Oktober 2026, menjadi penanda penting bagi PSPS. Bermain di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, tuan rumah menang 2-1 di hadapan 13.040 penonton. Dimas Wicaksono Putra Rahman dan Hamzah Depa mencetak gol kemenangan PSPS. Hasil itu membawa PSPS mengoleksi 12 poin dari lima pertandingan.
Dukungan penonton menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Pelatih Akhyar Ilyas sebelumnya juga mengapresiasi kehadiran suporter yang memberikan motivasi kepada pemain sepanjang pertandingan. Bagi Asykar Theking, atmosfer stadion bukan sekadar kemeriahan, melainkan bentuk dukungan langsung kepada tim yang sedang berjuang meraih hasil maksimal.
Chairul mengatakan Asykar Theking berkomitmen terus meramaikan Stadion Kaharuddin Nasution, khususnya tribun selatan yang menjadi basis dukungan mereka. Kelompok suporter itu juga berupaya mengajak masyarakat Pekanbaru untuk hadir langsung ke stadion dan memberikan dukungan kepada Askar Bertuah.
Komitmen tersebut menjadi relevan ketika PSPS mulai membangun konsistensi di kompetisi. Dukungan suporter diharapkan tidak hanya muncul ketika tim meraih kemenangan, tetapi juga tetap terjaga saat menghadapi pertandingan yang sulit.
Selain performa di lapangan, kedisiplinan suporter menjadi perhatian. Chairul menilai tidak dijatuhkannya sanksi kepada PSPS dalam daftar hukuman yang menjadi perhatian belakangan ini merupakan capaian yang patut dipertahankan.
Menurut dia, PSPS selama ini memiliki rekam jejak positif dalam aspek fair play. Ia menyebut klub tersebut kerap memperoleh penghargaan sebagai tim paling fair play di Liga 2.
“Terhadap PSPS yang tidak mendapat sanksi dari PSSI merupakan sebuah pencapaian yang tiap tahun memang kita dapati. Karena dari dulunya PSPS ini selalu memenangkan tim paling fair play di Liga 2 dari PSSI,” ujar Chairul.
Catatan disiplin itu, menurut dia, perlu berjalan beriringan dengan dukungan suporter yang tertib. Sebab, antusiasme penonton dan perilaku di tribun ikut membentuk citra klub di tengah persaingan kompetisi.
Tantangan berikutnya sudah menunggu. PSPS dijadwalkan menjamu Persiku Kudus di Stadion Kaharuddin Nasution pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 15.30 WIB. Pertandingan pekan keenam ini menjadi kesempatan bagi PSPS untuk mempertahankan posisi di papan atas sekaligus melanjutkan rangkaian kemenangan.
Persiku datang dengan hasil yang kurang meyakinkan. Dalam pertandingan terakhir yang tercatat sebelum duel tersebut, mereka kalah 1-5 dari Sumsel United pada 10 Oktober 2026. Persiku juga menelan kekalahan 0-6 dari PSMS Medan dan 1-2 dari PSGC Ciamis. Meski demikian, hasil sebelumnya tidak otomatis menjamin pertandingan akan berjalan mudah bagi tuan rumah.
Chairul berharap para pemain dan pelatih tidak kehilangan fokus menjelang laga kandang tersebut. Ia mengingatkan pentingnya menjaga tren positif yang telah dibangun dalam empat pertandingan terakhir.
“Kita berharap pelatih dan pemain tetap menjaga tren positif PSPS saat ini,” kata dia.
Bagi Asykar Theking, pertandingan melawan Persiku bukan hanya kesempatan menambah poin. Laga itu juga menjadi ujian untuk menjaga momentum, memperkuat kepercayaan diri tim, dan mempertahankan dukungan publik Pekanbaru di Stadion Kaharuddin Nasution. ***