
PEKANBARU – Perjalanan karir Direktur Utama RSUD Arifin Achmad yang baru, Yusi Prastiningsih, menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dalam meniti setiap anak tangga jabatan berbuah manis. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, resmi melantik lulusan Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini pada Kamis (5/2/2026) sebagai pimpinan tertinggi di rumah sakit rujukan utama Bumi Lancang Kuning.
Lahir 54 tahun silam di Cilacap, Jawa Tengah, Yusi menghabiskan puluhan tahun pengabdiannya di dunia kesehatan Riau. Ia mengawali dedikasinya bukan di gedung mewah, melainkan sebagai Dokter Gigi Pegawai Tidak Tetap (PTT) di pelosok Jambi pada 1998, sebelum akhirnya pindah ke Puskesmas Kampar Kiri Lipatkain pada 1999.
"Saya memulai satu persatu jabatan itu. Dari dokter gigi PTT puskesmas terpencil, drg PTT puskesmas biasa, Kapus biasa, Kapus rawat inap, Kabag, Kabid, Kepala Rumah Sakit, Wakil Direktur, Plt RSJ dan RSUD. Dan Alhamdulillah sekarang definitif," ungkap Yusi, Jumat (6/2/2026).
Selama lebih dari seperempat abad, istri dari Kepala Dinas PMD Dukcapil Riau, Mhd Firdaus, ini telah mencicipi berbagai asam garam kepemimpinan. Ia pernah dinobatkan sebagai Dokter Puskesmas Teladan di Kabupaten Kampar berkali-kali, hingga sukses meraih prestasi sebagai Pegawai Pemprov Berprestasi peringkat IV tahun 2024. Pengetahuannya semakin tajam sejak menjadi Surveior Komisi Akreditasi RS (KARS) yang telah menilai lebih dari 50 rumah sakit di tanah air.
Karir Yusi di RSUD Arifin Achmad sendiri sebenarnya sudah berakar selama 17 tahun. Dimulai dari Kepala Bagian SDM pada 2008, ia terus naik posisi menjadi Kepala Bidang Fasilitas Medik, Wakil Direktur Medik, hingga menjabat Wakil Direktur Umum selama sembilan tahun. Kini, setelah sempat dipercaya menjadi Plt Direktur di RSJ Tampan dan RSUD Arifin Achmad, ia resmi memegang tongkat komando penuh.
Meski menduduki kursi nomor satu, Yusi tetap membumi dan menyadari tantangan besar yang menantinya. Ia bertekad membawa perubahan signifikan dengan menggali potensi rumah sakit yang belum dimanfaatkan secara optimal.
"Sebenarnya untuk pelayanan kesehatan, kita tak kalah dari rumah sakit lain karena kita merupakan pusat rujukan di Riau. Tapi, mungkin ada beberapa hal yang perlu kita gali dan kita manfaatkan secara optimal," katanya.
Sebagai langkah cepat pasca pelantikan, Yusi mengumumkan terobosan baru berupa kehadiran Poli Utama yang dijadwalkan resmi beroperasi pekan depan. Layanan ini dirancang khusus bagi pasien umum non-BPJS untuk mendapatkan pelayanan medis yang lebih cepat dan efisien.
"Mohon dukungan, mohon bantuan. Silahkan memberikan saran dan masukan untuk perbaikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," pungkasnya dengan penuh kerendahan hati. ***