TELUKKUANTAN – Di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, tetap menggelar berbagai kegiatan keramaian. Tentunya, hal ini kontradiktif dengan kebijakan pemerintah yang mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah hingga meliburkan sekolah.

Kegiatan yang digelar Pemkab Kuansing dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kuansing. Rangkaian kegiatan lebih banyak di luar ruangan, seperti gerak jalan santai pada Kamis (8/10/2026) di Telukkuantan. Hari yang sama, Pemda Kuansing juga menggelar permainan tradisional di Hutan Kota Pulau Bungin. Pada malam harinya, Pemda Kuansing menggelar lomba nyanyi di Taman Jalur.

Hari ini, Jumat (9/10/2026), kegiatan Pemda Kuansing dipusatkan di Danau Kebun Nopi yang berada di Kecamatan Kuantan Mudik. Adapun kegiatannya berupa gerak jalan bersempena Hari Olahraga Nasional (HAORNAS). Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pacu jalur mini di lokasi tersebut. Kegiatan pacu jalur mini dibuka oleh Plt Bupati Kuansing, Muklisin.

Terkait kondisi ini, Pj Sekda Kuansing, Muradi tidak memberikan penjelasan atau alasan mendasar terkait kebijakan tetap menggelar kegiatan di tengah kabut asap.

Muradi hanya berfokus pada imbauan teknis bagi para peserta tanpa menerangkan mengapa agenda luar ruangan tidak ditunda atau dialihkan demi melindungi kesehatan publik.

"Terkait rangkaian kegiatan pemerintah daerah di tengah kabut asap yang melanda Kabupaten Kuansing, kami jelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di luar ruangan dilaksanakan dengan mempedomani beberapa hal, yakni memakai masker," kata Muradi kepada GoRiau.com, Jumat (9/10/2026) pagi.

"ASN yang menderita ISPA atau penyakit lain akibat dampak kabut asap, kita imbau untuk tidak mengikuti kegiatan," tambah Muradi.

Keputusan tetap melangsungkan deretan agenda terbuka dengan pengerahan massa ASN, pelajar, hingga warga umum ini dinilai berisiko memicu peningkatkan kasus gangguan pernapasan, mengingat paparan partikel asap di ruang terbuka berpotensi memperburuk kondisi kesehatan masyarakat secara luas. Data dari Dinas Kesehatan Kuansing, jumlah korban kabut asap di Kuansing sudah mencapai 1.700-an orang.***