
PEKANBARU - Pendiri sekaligus mantan Chairman Riau Pos Group (RPG), Rida K Liamsi secara tegas menyatakan akan menarik kembali seluruh saham dan aset miliknya yang saat ini dikuasai oleh RPG serta Jawa Pos Group (JPG). Langkah hukum ini diambil karena tokoh pers Riau tersebut merasa dikhianati dan dizalimi oleh kelompok bisnis yang turut ia besarkan.
Sikap tegas ini disampaikan secara resmi melalui siaran pers yang diterima GoRiau.com, Sabtu (11/7/2026). Rida menyebutkan bahwa pengalihan sejumlah saham miliknya di masa lalu memiliki cacat hukum sehingga harus dibatalkan.
"Saya akan mengambil kembali semua kebaikan yang pernah saya berikan. Termasuk mengambil kembali saham-saham yang pernah dialihkan dari nama saya kepada RPG," tegas Pendiri Riau Pos Group, Rida K Liamsi.
Sebagai langkah nyata, Rida telah menunjuk perusahaan keluarganya, PT Erdeka Putera Investama. Perusahaan ini bertugas mendata ulang, memproses, hingga melakukan upaya hukum guna merebut kembali semua aset miliknya yang kini berada di bawah kendali RPG dan JPG.
Salah satu aset yang menjadi sorotan adalah saham di PT Batam Jaya Propertindo selaku pemilik sekaligus pengelola gedung Graha Pena Batam. Perusahaan yang didirikan dengan modal Rp50 miliar tersebut awalnya dimiliki oleh Dahlan Iskan sebesar 60 persen dan Rida K Liamsi 40 persen. Namun, saham atas nama Rida kemudian dialihkan sebagian ke penerbit Surat Kabar Batam Pos, PT Sijori Interbintana Pers, serta percetakan PT Ripos Bintana Press.
Rida menegaskan akan membatalkan pengalihan tersebut. Ia bahkan berencana mengajak Dahlan Iskan untuk ikut menarik kembali saham-saham yang sebelumnya dipindahkan ke PT Sijori Interbintana Pers.
Selain itu, pendirian PT Riau Televisi (RTV) juga menjadi perhatian. Komposisi awal saham RTV dipegang oleh Dahlan Iskan sebanyak 51 persen dan Rida 49 persen. Aset bernilai tinggi lainnya adalah PT Riau Jaya Propertindo yang mengelola Gedung Graha Pena Riau di Jalan Subrantas Pekanbaru.
"Juga saham-saham di berbagai perusahaan lain di lingkungan RPG atas nama saya, akan saya ambil kembali saham-saham tersebut. Dan banyak lagi perusahaan dalam lingkungan RPG atas nama saya, akan saya tuntut kembali," jelasnya usai mengadakan pertemuan bersama Ketua MKA LAMR, Datuk Seri Raja Marjohan dan Ketua DPH LAMR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Ahad (11/6/2026) lalu.
Kekecewaan mendalam sangat dirasakan oleh Rida mengingat kerja kerasnya di masa lalu. Berdasarkan data akhir tahun 2015 saat ia masih menjabat Chairman, RPG wilayah Sumatera bagian utara menaungi sekitar 26 perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan, percetakan, televisi, hingga pengelolaan gedung dengan total aset mencapai Rp1 triliun.
"Kebaikan dan pengorbanan saya telah dikhianati dan saya dizalimi. Ibarat air susu dibalas dengan air tuba. Saya akan terus melawan dan menuntut hak saya," paparnya.
"Saya yang membangun Riau Pos Grup itu bersama Dahlan Iskan," ungkapnya. ***