
PEKANBARU - Bayang-bayang kabut asap kembali mengancam kualitas udara di sebagian wilayah menyusul kemunculan ribuan titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera. Berdasarkan data pemantauan terbaru pada Jumat (16/10/2026), total titik panas di daratan Sumatera melonjak drastis hingga mencapai 4.059 titik.
Di Provinsi Riau sendiri, instrumen deteksi satelit menangkap kemunculan lima titik panas yang terpantau hingga pukul 23.00 WIB. Meskipun angka ini tergolong kecil dibandingkan provinsi tetangga, pergerakan arah angin berpotensi membawa partikel sisa pembakaran yang dapat mencemari udara lokal.
Forecaster on Duty BMKG, Ranti Kurniati, merincikan bahwa sebaran lima titik panas di Riau tersebut terlacak berada di wilayah pesisir dan dataran rendah, dengan rincian dua titik di Kabupaten Pelalawan, satu titik di Kabupaten Siak, dan dua titik di Kota Dumai.
Lonjakan jumlah hotspot terpusat di kawasan selatan Pulau Sumatera. Berikut adalah rincian data sebaran titik panas dari berbagai provinsi:
Menyikapi sebaran hotspot yang masif di wilayah Sumatera ini, otoritas terkait mengeluarkan peringatan dini terkait kesehatan lingkungan. Meski peluang hujan diprakirakan masih turun di banyak daerah, masyarakat diminta untuk tidak lengah terhadap potensi penurunan visibilitas udara dan ancaman kabut asap yang terbawa angin.
Langkah pencegahan personal menjadi kunci agar warga terhindar dari penyakit infeksi saluran pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
"Warga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan di luar rumah apabila asap mulai tampak pekat, ini sangat penting untuk menekan risiko gangguan pernapasan," imbau Ranti. ***