KUANTAN SINGINGI - Suasana riuh dan penuh semangat mewarnai kawasan Danau Rawang Udang, Desa Talontam, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Ratusan warga setempat bersama karyawan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) membaur dalam aksi gotong royong membersihkan lingkungan dan memperbaiki sejumlah fasilitas umum desa.

Kegiatan kolaboratif ini merupakan bagian dari perayaan RGE Founders Day 2026 yang mengusung tema Better Together, Strengthening Community through Purposeful Volunteering. Semangat kerelawanan ini tidak hanya terpusat di Kuansing, tetapi juga serentak bergulir di tiga kabupaten lain di Riau, yakni Pelalawan, Kampar, dan Siak.

Di Desa Talontam, sinergi warga dan karyawan tidak sekadar membersihkan area danau. Berbekal kuas dan cat, mereka mempercantik dinding masjid, taman kanak-kanak (TK), hingga pusat kesehatan desa (Puskesdes). Gerakan peduli lingkungan turut diwujudkan lewat penanaman bibit pohon dan penebaran benih ikan. Tak tertinggal, paket bantuan bahan pokok dan makanan tambahan didistribusikan langsung kepada ibu hamil di wilayah tersebut.

Keterlibatan aktif ini menyisakan kesan mendalam bagi warga. Hesda Dita Utami, warga Talontam yang berprofesi sebagai tenaga administrasi di SMK Negeri 1 Benai, mengaku terkesan dengan antusiasme seluruh peserta.

"Karyawan perusahaan dan warga benar-benar berbaur tanpa sekat. Bukan cuma sekadar menonton, semua orang ikut turun tangan bekerja, dan atmosfer kebersamaan inilah yang membuat acara hari ini sangat istimewa," tuturnya.

Respons positif juga datang dari Pemerintah Kabupaten Kuansing. Penjabat Sekretaris Daerah Kuansing, Muradi, menilai inisiatif sosial ini merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor. Baginya, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat adalah fondasi utama pembangunan daerah, sejalan dengan napas pedoman Basatu Nagori Maju.

General Manager Stakeholder Relations (SHR) RAPP, Wan Mohammad Jakh Anza, menjelaskan bahwa agenda tahunan ini sengaja dirancang agar para pekerja bisa turun langsung menyentuh masyarakat akar rumput.

"Target kami sederhana, para karyawan bisa saling sapa, mengenal lebih dekat, dan membangun ikatan dengan warga sekitar. Dari kedekatan inilah relasi yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat terus tumbuh," paparnya.

Lebih jauh, ia memaparkan bahwa langkah turun gelanggang ini merupakan implementasi nyata dari filosofi bisnis 5C yang dianut RAPP dan APRIL Group, dimana Community (masyarakat) berada pada urutan pertama sebelum Country (negara), Climate (iklim), Customer (pelanggan), dan Company (perusahaan). Prinsip ini memegang teguh landasan bahwa kemajuan perusahaan mutlak harus membawa dampak positif bagi warga di sekitarnya. ***