RENGAT- Selain banyak warga Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang tidak mengetahui tanggal 9 Desember 2015 ada Pilkada pemilihan bupati dan wakil bupati, ternyata masih banyak warga yang belum tahu tata cara pemilihan tersebut. Sementra waktu pemilihan tingga lima hari lagi.

Seperti yang diungkapkan Sri Hartati (32) warga Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat. "Benar, hingga saat ini saya belum tahu bagai mana tata cara pemilihan tersebut. Apakah dicoblos atau dicontreng saya tidak tahu dan tidak ada sosialisasi," ujar Sri kepada GoRiau.com, Kamis (3/12/2015) di rumahnya.

Selain itu, Sri mengaku bahwa dirinya juga tidak tahu jumlah pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Inhu yang maju dalam Pilkada ini. "Bukan hanya tidak tahu cara memilih, jumlah calon dan siapa namanya saya juga tidak tahu. Dua pasang atau tiga ya," sebut Sri sambil menanyakan siapa nama pasangan calon Bupati Inhu itu.

Pada Pilkada lalu, banyak petunjuk yang dapat dilihat dan dibaca, baik itu melalui baliho, spanduk maupun poster calon, saat ini kok sepi. Begitu juga dengan himbauan dari KPU juga tidak terlihat, seperti tidak ada aktifitas Pilkada saja.

"Ngak tahulah mas, entah memilih ntah tidak saya nanti," pungkas ibu tiga anak itu.

Sementara itu, warga Pematang Reba yang lain Toni (44) kepada GoRia.com juga mengaku tidak tahu tata cara pemilihan saat Pilkada 9 Desember 2015 mendatang.

"Kalu pasangan calonnya saya tahu, namun saya tidak tahu bagai mana cara memilih nanti. Jangankan saya, Ketua RT saya saja tidak tahu bagaimana cara memilih, toh memang tak ada sosialisasi," ungkapnya.

Begitu juga saat GoRiau.com menanyakan kepada sejumlah pelajar di Kota Rengat. Umumnya mereka yang terdaftar sebagai pemilih pemula belum sepenuhnya mengetahui bagaimana proses pelaksanaan Pilkada nanti.

"Iya, saya dengar dari teman katanya tanggal 9 Desember nanti ada Pilkada di Inhu. Saya juga sudah terdaftar, tapi ngak tahu juga mau pilih yang mana, trus cara mencoblosnya juga kurang paham," ujar Yuda, salah seorang pelajar di Rengat yang sudah memiliki hak suara di Pilkada Inhu nanti.

Yuda menyebutkan, harusnya KPU Inhu sebagai penyelenggara pemilu atau Pilkada hendaknya melakukan sosialisasi langsung ke setiap sekolah, bukan hanya sebatas seremoni saja dengan perwakilan OSIS. "Jika ada sosialisasi langsung oleh KPU, tentunya kita yang baru menggunakan hal pilih ini lebih memahaminya," singkatnya.

Dengan demikian, minimnya pengetahun warga tentang Pilkada itu dinilai akibat minimnya sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhu. Padahal, untuk mensukseskan Pilkada tersebut, Pemkab Inhu telah mengalokasikan dana sebesar Rp18 miliar lebih untuk KPU tersebut.***