PEKANBARU - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, Muhammad Firdaus merespons desakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terkait fasilitas penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Siak II hingga Simpang Bingung. Pihaknya akan mengecek kondisi lampu jalan menyusul insiden kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di kawasan tersebut.

"Segera kita cek ke lokasi," tutur Firdaus saat dikonfirmasi GoRiau.com, Selasa (2/11/2026).

Pengecekan lapangan ini diperlukan guna mengidentifikasi titik-titik rawan yang minim cahaya di sepanjang ruas jalan. Langkah tersebut memungkinkan Dishub memetakan fasilitas PJU yang belum terpasang secara merata atau mengalami kerusakan fungsional.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi meminta otoritas perhubungan segera membenahi penerangan di jalur lalu lintas tersebut. Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini menilai minimnya pencahayaan sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan pada malam hari.

"Saya turut berdukacita atas meninggalnya satu orang warga di wilayah daerah pemilihan saya, di Siak II. Tentunya ini menjadi duka bagi kami sebagai wakil rakyat," ucap Zulkardi, Jumat (30/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, wakil rakyat itu juga menyampaikan rasa belasungkawa kepada orang tua serta keluarga korban yang ditinggalkan.

Tingkat kecelakaan lalu lintas pada malam hari di lintasan Palas itu diklaim sudah tergolong tinggi. Ketersediaan lampu jalan menjadi fasilitas dasar agar para pengendara kendaraan bermotor dapat memantau kondisi aspal dan pergerakan arah depan dengan jelas.

"Kami meminta agar dipasang lampu di sekitar Siak II sampai Simpang Bingung. Kita membutuhkan penerangan agar masyarakat yang melintas di Palas bisa melihat kondisi jalan dan kendaraan di depannya," urainya.

Pembenahan infrastruktur penerangan ini diharapkan bisa segera terealisasi. Tindak lanjut yang cepat dari pemerintah daerah dinilai penting demi menjamin aspek keselamatan warga yang sehari-hari melintasi jalur tersebut. ***