PEKANBARU - Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang akademik. Sebanyak tujuh dosen dari berbagai fakultas resmi meraih jabatan fungsional Lektor Kepala pada Gelombang II Tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti komitmen institusi dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia serta mutu tridarma perguruan tinggi di Riau.

Ketujuh tenaga pendidik yang berhasil naik jabatan tersebut adalah DR M Fadhly Farhy Abbas, SPd MPd, DR Rahmat Ramadansur, SPd MPd, Sri Wahyuni, MSi, dan Wasiah Sufi, SSos MSi. Selain itu, terdapat nama DR Marta Dinata, SSi MSi, DR Ir Anna Juliarti, MSi, serta Dafwen Toresa, MKom MTA PhD. Mereka telah melewati proses penilaian angka kredit yang sangat ketat dari kementerian terkait.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unilak, Assoc Prof DR Zamzami, SKom MKom menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian para akademisi tersebut. Ia meyakini penambahan jumlah Lektor Kepala akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

"Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi para dosen. Lulusnya tujuh dosen sebagai Lektor Kepala ini sangat membanggakan dan menjadi motivasi bagi dosen lain," papar Zamzami.

Posisi Lektor Kepala merupakan jabatan akademik strategis yang berada persis satu tingkat di bawah Guru Besar atau Profesor. Untuk menduduki posisi ini, seorang dosen tidak hanya dituntut unggul dalam ruang kelas saat mengajar. Mereka juga diwajibkan produktif menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi, menjalankan penelitian berkesinambungan, hingga turun langsung mengabdi ke masyarakat.

Melihat potensi yang ada, pihak rektorat Unilak berkomitmen penuh memfasilitasi seluruh tenaga pengajarnya agar dapat naik jabatan fungsional tepat waktu. Hal tersebut diwujudkan melalui program pendampingan intensif dan pembukaan klinik jabatan fungsional secara rutin.

"Selamat kepada para dosen yang lulus. Semoga ilmu dan jabatan yang diraih membawa keberkahan dan semakin membawa nama baik Universitas Lancang Kuning di kancah nasional," harapnya.

Pencapaian akademik bergengsi ini tidak sekadar dimaknai sebagai kebanggaan pribadi semata, melainkan memikul tanggung jawab besar untuk memajukan peradaban. Salah seorang dosen yang sukses merengkuh gelar tersebut, DR Rahmat Ramadansur, SPd MPd menyadari bahwa posisi fungsional baru ini menuntut dedikasi yang lebih maksimal.

"Semakin tinggi jabatan akademik, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjalankan tridarma perguruan tinggi. Kita harus terus meningkatkan kualitas penelitian serta mencetak generasi yang unggul dan berkarakter," tegas Rahmat. ***