
PEKANBARU - Ada yang berbeda dalam peringatan puncak hari Disabilitas International yang digelar di Istana Kepresidenan. Dimana Presiden Joko Widodo hanya mengundang satu dari puluhan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) di Indonesia, Kadinsos yang beruntung yakni Syarifuddin dari Provinsi Riau.
Namun yang lebih menggembirakan lagi adalah disaat Claudia yang merupakan penyandang disabilitas tuna netra tampil memukau dihadapan para tamu undangan, dan mendapat pujian serta apreasiasi luar biasa dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Riau kepada GoRiau.com melalui sambungan ponselnya. "Menurut Presiden Jokowi suara Claudia sangat merdu dan cocoknya disamakan dengan artis Ruth Sahanaya, namun kalau dilihat dari tingginya suara katanya sejajar dengan Judika," ungkap Syarifuddin yang menirukan pernyataan Jokowi, Kamis (03/12/2015).
Masih menurut Kadinsos Riau, Presiden Jokowi tidak segan-segannya memberikan pujian terhadap Claudia, dihadapan seluruh tamu yang hadir pada puncak acara yang digelar di Istana Negara Jakarta.
Kadinsos Riau mengaku berterimakasih atas pujian dan apresiasi yang sangat luar biasa dari Presiden, terlebih lagi dirinya merasa istimewa, karena satu-satunya Kepala Dinas Sosial yang diundang Jokowi.
"Bangga, terharu dan bahagia, saya turut serta dalam acara puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional kali ini setelah resmi bahwa utusan Riau yang diseleksi oleh Kementerian Sosial yaitu saudari Claudia diminta hadir dan tampil memeriahkan acara di Istana," jelasnya.
Rasa bangga Syarifuddin bukan tanpa alasan, karena Claudia dalam proses seleksi dari Kemensos, telah menyingkirkan beberapa kandidat dari seluruh Provinsi di Indonesia.
"Bukan hanya bangga bisa mengisi acara di Istana, tapi kami Bangga karena Claudia membawa nama baik Provinsi Riau," jelasnya.
Claudia sendiri tampil dengan membawakan salah satu lagu milik band papan atas Andra and the Backbone yang berjudul "Sempurna".
"Sesuai dengan judul lagu yang dibawakan, Claudia memang tampil sempurna dan menghipnotis para hadirin. Termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansah, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung," cerita Kadinsos Riau.
Masih menurut Syarifuddin, keterbatasan tidak harus diartikan sebagai kelemahan, karena telah dibuktikan oleh Claudia si penyandang cacat, namun bisa tampil dan memberikan semangat hidup kepada teman-teman senasib seperti dirinya.
Syarifuddin juga menyampaiakan bahwa Presiden Jokowi telah menginstruksikan kepada Dinsos untuk lebih memperhatikan para panyandang disabilitas. "Pesan tersebut disampaiakan Presiden, berkenaan dengan masih terbatasnya perhatian yang dilakukan oleh pemerintah terhadap para penyandang disabilitas termasuk di Provinsi Riau," pungkasnya. ***