
KAMPAR – Kerusakan parah sepanjang kurang lebih 29 kilometer di ruas jalan Suram–Sinama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, membutuhkan penanganan serius. Jalan yang menjadi salah satu akses penting menuju Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) itu dipenuhi lubang dan mengalami kerusakan di sejumlah titik, sehingga mengganggu kenyamanan serta kelancaran mobilitas masyarakat.
Merespons kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Riau melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Wilayah V menyiapkan penanganan fungsional pada November 2026.
Penanganan ini menjadi langkah awal untuk memulihkan kondisi jalan agar tetap dapat dilalui masyarakat, sembari menunggu upaya peningkatan konstruksi melalui anggaran tahun berikutnya.
Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah V, Basharuddin, ST, MT, mengatakan pekerjaan tersebut direncanakan menggunakan anggaran APBD Perubahan 2026.
“Penanganan fungsional direncanakan pada November. Pekerjaan dilakukan menggunakan agregat kelas B terbuka serta timbunan pilihan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan,” ujar Basharuddin, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, pekerjaan akan difokuskan pada bagian-bagian jalan yang mengalami kerusakan agar akses transportasi masyarakat tetap berfungsi. Namun, penanganan fungsional tersebut belum menjadi solusi permanen untuk mengatasi kerusakan yang membentang sepanjang 29 kilometer.
Sebelumnya, kawasan tersebut juga terdampak banjir pada 2025. Persoalan banjir telah ditangani, tetapi kerusakan jalan berupa lubang dan permukaan yang rusak masih membutuhkan perhatian agar tidak terus menghambat aktivitas masyarakat.
Peningkatan Jalan Diupayakan Masuk APBD 2027
Penanganan sementara diharapkan dapat menjadi jembatan menuju perbaikan yang lebih permanen. Untuk itu, Bidang Bina Marga akan mengupayakan usulan peningkatan ruas jalan Suram–Sinama Nenek melalui APBD 2027.
Rencana tersebut disampaikan Kepala Dinas PUPR PKPP Riau, Zulfahmi, ST, MT, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Riau dan masyarakat Tapung Hulu, Senin (12/10/2026).
Peningkatan jalan yang diusulkan mencakup pengaspalan menggunakan hotmix maupun pembangunan dengan konstruksi beton kaku atau rigid pavement. Pemilihan konstruksi nantinya disesuaikan dengan kebutuhan teknis, kondisi jalan, serta kemampuan anggaran pemerintah.
Peningkatan konstruksi diperlukan agar penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.
Meski demikian, realisasi rencana tersebut masih bergantung pada proses pengusulan, ketersediaan anggaran, dan penetapan prioritas pembangunan daerah.
PT Yuni Bersaudara Jadi Contoh Kolaborasi Perbaikan Jalan
Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah, keterlibatan perusahaan yang beroperasi di sekitar ruas jalan dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat penanganan infrastruktur.
Basharuddin mencontohkan kolaborasi pada ruas Lipat Kain–Lubuk Agung sepanjang sekitar 27 kilometer. Dalam penanganan jalan tersebut, UPT Wilayah V mengajak PT Yuni Bersaudara berpartisipasi membantu pemeliharaan jalan yang juga digunakan masyarakat.
Hasilnya, sekitar tiga kilometer ruas jalan mendapat kontribusi penanganan dari perusahaan tersebut. Pekerjaan dilakukan secara bertahap melalui pengerasan jalan sejak 2025 hingga saat ini, dengan rencana penanganan berkelanjutan selama tiga tahun.
“Partisipasi perusahaan seperti PT Yuni Bersaudara patut diapresiasi. Penanganannya dilakukan bertahap sehingga kerusakan jalan dapat diperbaiki melalui kerja sama,” jelasnya.
Menurut Basharuddin, pola kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain, khususnya yang kegiatan operasionalnya berkaitan dengan penggunaan jalan di wilayah yang mengalami kerusakan.
Dengan kerja sama yang terencana, pemeliharaan infrastruktur diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan APBD. Namun, keterlibatan perusahaan tetap perlu dibangun melalui komunikasi dan komitmen yang jelas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Perusahaan di Suram–Sinama Nenek Diharapkan Berkontribusi Nyata
Berbeda dengan ruas Lipat Kain–Lubuk Agung, upaya mendorong kontribusi perusahaan di sepanjang ruas Suram–Sinama Nenek disebut belum menunjukkan realisasi konkret di lapangan.
Basharuddin mengungkapkan, komunikasi dan pertemuan dengan pihak perusahaan telah dilakukan. Namun, dukungan nyata untuk membantu memperbaiki jalan yang rusak belum terwujud sebagaimana diharapkan.
Karena itu, perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan Suram–Sinama Nenek diharapkan tidak berhenti pada pertemuan dan pembicaraan semata. Kontribusi konkret dinilai dapat membantu mempercepat penanganan jalan, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
Ia juga mengajak pemerintah kecamatan dan masyarakat untuk mendukung upaya tersebut, termasuk membangun komunikasi dengan perusahaan agar peluang kerja sama dapat direalisasikan.
“Diperlukan kerja sama semua pihak agar kondisi jalan ini bisa ditangani secara bertahap dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat Menanti Realisasi Perbaikan
Kerusakan ruas Suram–Sinama Nenek sepanjang kurang lebih 29 kilometer kini menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Rencana penanganan fungsional pada November 2026 diharapkan menjadi langkah awal untuk memperbaiki kondisi jalan sebelum pemerintah mengupayakan peningkatan konstruksi melalui APBD 2027.
Di sisi lain, dukungan perusahaan juga diharapkan dapat memperkuat upaya perbaikan, terutama pada ruas yang membutuhkan penanganan segera.
Bagi masyarakat, jalan yang layak bukan sekadar persoalan infrastruktur. Kondisi jalan turut menentukan kelancaran mobilitas warga, distribusi barang, kegiatan ekonomi, akses pendidikan, serta berbagai aktivitas sehari-hari.
Karena itu, masyarakat kini menanti realisasi rencana penanganan yang telah disampaikan. Perbaikan yang cepat, terukur, dan berkelanjutan diharapkan mampu mengurangi hambatan perjalanan serta meningkatkan kelayakan akses Suram–Sinama Nenek.
Penanganan fungsional pada November menjadi tahap awal yang dinanti, sementara peningkatan permanen dan kontribusi nyata berbagai pihak akan menentukan keberlanjutan perbaikan jalan tersebut. ***