PEKANBARU – Jalan Bangau Sakti, Kecamatan Bina Widya, Pekanbaru, berubah seperti aliran anak sungai pada Kamis siang, 24 September 2026. Air menggenangi sebagian badan jalan hingga membuat kendaraan yang melintas harus memperlambat laju.

Genangan itu terlihat mengarah menuju Jalan Naga Sakti. Air yang memenuhi badan jalan membuat permukaan aspal dan lubang-lubang yang tersebar di sejumlah titik sulit terlihat. Pengendara pun harus berhati-hati memilih jalur agar tidak terperosok.

Arus kendaraan di kawasan tersebut ikut tersendat. Pengendara yang biasanya dapat melaju dengan kecepatan normal harus bergantian melewati bagian jalan yang tergenang. Sebagian memilih mengambil sisi jalan yang dianggap lebih dangkal.

Salah seorang pengendara, Wahyu, mengatakan genangan tetap muncul meski tidak ada hujan yang turun pada Kamis siang. Menurut dia, kondisi itu berkaitan dengan hujan yang mengguyur Pekanbaru pada malam sebelumnya.

“Tidak hujan hari ini, tapi tadi malam hujan,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, genangan membuat perjalanan menjadi lebih sulit karena pengendara tidak dapat mengetahui kondisi jalan di bawah permukaan air. Lubang yang tertutup genangan menjadi salah satu risiko bagi pengendara, terutama mereka yang melintas menggunakan sepeda motor.

Kondisi tersebut juga menunjukkan persoalan yang tidak hanya berada di permukaan jalan. Drainase di sepanjang kawasan Bangau Sakti terlihat penuh sehingga air tidak mengalir dengan baik. Ketika kapasitas saluran tidak mampu menampung atau mengalirkan air, limpasan kemudian bertahan di badan jalan.

Bagi pengendara, persoalannya menjadi berlapis: jalan yang tergenang mengurangi jarak pandang terhadap permukaan aspal, sementara arus kendaraan yang melambat membuat perjalanan menuju Jalan Naga Sakti ikut tersendat.

Genangan yang bertahan setelah hujan pun menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pengelola jalan dan drainase. Perbaikan badan jalan tanpa memastikan saluran air berfungsi dapat membuat persoalan serupa kembali terjadi ketika hujan berikutnya datang. ***