JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan gagasan yang memancing perhatian publik internasional terkait perubahan nama sejumlah lokasi penting dunia. Kali ini, ia mengusulkan agar Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik diganti namanya menjadi Samudra Trump atau Samudra Amerika.

Usulan tersebut dilontarkan Trump saat menghadiri kampanye Partai Republik di Tennessee pada Sabtu (10/10/2026) waktu setempat. Kehadirannya di wilayah tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan politik menjelang pemilihan umum sela AS.

Gagasan Mengubah Nama Lokasi Penting

Dalam pidatonya, Trump secara terbuka membahas kiprahnya yang menggemari ide perubahan nama tempat-tempat penting. Ia mencontohkan keinginannya mengubah Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika serta Danau Ontario menjadi Danau Amerika.

"Kita memiliki Teluk Meksiko, dan suatu hari, orang-orang mengira saya bercanda, saya berkata, tahukah Anda, menurut saya, kita sebaiknya menamainya Teluk Amerika, bukan," sebutnya.

Meski demikian, Trump mengaku tidak berminat mengubah nama Sungai Hudson. Ia beralasan masih sangat menghargai jasa Henry Hudson, penjelajah asal Inggris yang menelusuri aliran sungai tersebut pada tahun 1609 silam.

Alasan Mempertahankan Sungai Mississippi

Presiden AS itu kemudian menegaskan bahwa sebelum masa jabatannya berakhir, negaranya harus memiliki identitas samudra dan sungai yang hebat. Ia pun secara spontan mempertimbangkan penggantian nama salah satu samudra terbesar di dunia tersebut.

"Jadi, saya sempat berpikir soal Atlantik atau Pasifik. Kita namai saja Samudra Trump atau Samudra Amerika, atau semacam itulah," cetusnya.

Di sisi lain, ia memastikan tidak akan mengotak-atik nama Sungai Mississippi meskipun memiliki keinginan kuat untuk merombak penamaan geografi lainnya. Ia mengaku memiliki ikatan emosional dan rekam jejak politik yang manis di wilayah tersebut.

"Sekarang, saya tidak ingin mengubah nama Mississippi. Saya cinta Mississippi. Kita menang telak di negara bagian itu," pungkasnya. ***