SELATPANJANG – Menjelang hari pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, jajaran Polsek Rangsang turun langsung ke tengah masyarakat untuk memastikan situasi politik tingkat desa tetap sejuk dan terkendali. Pendekatan persuasif atau cooling system ini menyasar sejumlah tokoh di Kecamatan Rangsang Pesisir pada Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tatap muka tersebut dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Beting, Aipda Suharmoko, S.E., yang menyambangi kawasan Jalan Pelabuhan, Dusun Banau, Desa Beting, Kabupaten Kepulauan Meranti. Dialog dibangun bersama para tokoh masyarakat, agama, dan pemuda setempat untuk menyamakan persepsi terkait pentingnya menjaga kerukunan warga.

Beda Pilihan Tanpa Intimidasi

Mewakili Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H. menjelaskan bahwa patroli dialogis ini bertujuan meredam potensi perpecahan akibat perbedaan dukungan politik di tingkat akar rumput.

"Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi. Yang paling penting, masyarakat tetap menjaga persaudaraan, keamanan dan ketertiban agar seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan dengan aman dan lancar," jelasnya.

Ia juga mendorong setiap warga untuk menggunakan hak pilihnya secara mandiri dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kebebasan memilih harus dijamin tanpa ada tekanan dari pihak mana pun.

"Silakan masyarakat menentukan pilihan sesuai hati nurani masing-masing. Jangan ada intimidasi ataupun upaya memengaruhi pemilih dengan cara-cara yang dapat menimbulkan perselisihan," tegasnya.

Peran Aktif Tokoh Masyarakat

Dalam pertemuan tersebut, aparat kepolisian secara khusus merangkul para tokoh untuk menjadi motor penggerak kedamaian. Keterlibatan tokoh agama maupun masyarakat dinilai sangat efektif untuk mencegah warga terpancing oleh isu provokatif yang dapat memicu konflik.

Upaya menjaga keamanan ini, menurut AKP Gunawan, tidak boleh hanya dibebankan pada aparat penegak hukum, tetapi harus melibatkan seluruh elemen desa sejak masa kampanye, pemungutan, hingga pengumuman pemenang.

"Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing, sehingga Pilkades dapat menjadi momentum demokrasi yang berlangsung tertib tanpa mengganggu hubungan sosial antarwarga," tuturnya.

Siapa pun yang terpilih nanti, tambahnya, adalah pemimpin bersama, sehingga warga dituntut untuk berlapang dada menerima hasil akhir demi menjaga keharmonisan desa berkelanjutan.

Layanan Aduan Gangguan Pilkades

Sebagai bentuk komitmen menjaga kondusivitas, Polsek Rangsang akan meneruskan agenda cooling system ini secara rutin hingga seluruh rangkaian Pilkades di Kepulauan Meranti usai.

Warga yang menemukan indikasi kecurangan, intimidasi, maupun potensi gangguan keamanan lainnya diminta untuk tidak bertindak sendiri yang dapat memicu main hakim sendiri, melainkan segera berkoordinasi dengan pihak berwajib.

"Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian terkait gangguan keamanan dan ketertiban, dapat langsung menghubungi Call Center Polri di nomor 110," pungkasnya. ***